Terbaik & Terpercaya
Indeks

Tidak Ditemukan Bekas Kekerasan, Penemuan Warga Meninggal Dikebun Desa Sadu Diduga Derita TBC

IST Humas Polres Musi Rawas

MUSI RAWAS, LS – Menerima Informasi ditemukan salah seorang warga identitasnya diketahui inisial DD, dalam kondisi meninggal dunia dikebun sawit belokasi Desa Sadu, Kecamatan BTS Ulu. Tim gabungan (Timgab) Unit Identifikasi Satreskrim Polres Musi Rawas bersama Polsek BTS Ulu sigap mendatangi lokasi, mengurai sejumlah langkah-langkah pemeriksaan pengecekan jenazah, Kemarin (13/10).

Didapatkan hasil pengecekan mulai dari indetitas jenazah, posisi jenazah diremukan tegeletak diatas tanah dengan kondisi mulut megeluarkan darah, jenazah tidak kenakan baju hanya kenakan celana pendek warna ungu.

Kemudian, pemeriksaan tidak ditemukan bekas kekerasan dan kuat dugaan korban meninggal karena sakit yang dideritanya yakni diduga paru-paru basah (TBC).

Kapolres Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Redho Agus Suhendra, S.Tr.K, SIK, M.Si, didampingi, Kanit Pidum, Ipda Novra Robialda SIP, MH dan Kanit Identifikasi, Aipda Dian Toni membenarkan prihal ditemukan adanya warga meninggal dunia disebuah kebun sawtit, Desa Sadu BTS Ulu.

“Dari Informasi warga, kita bersama Polsek BTS Ulu ke Lokasi guna mengetahui sekaligus penyelidikan. Juga, dilokasi dilakukan pengecekan dan pemeriksaan Jenazah,” ungkap AKP Redho Agus Suhendra dalam keterangan Press Releasenya.

Lebih jauh, dijelaskan pria berpangkat balok tiga lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) jika jenazah ditemukan pertaman kali oleh istrinya berinisial, KA (41).

“Dan, berdasarkan informasi dari istri. Awal mulanya, 12 Oktober 2025 bersangkutan dirumah ditegur oleh istrinya dikarenakan korban sering merokok. Dan tidak senang ditegur, sorenya pergila DD ini ke kebun membawa pakaiannya. Bahkan, hingga larut malam tidak kembali. Barulah, keesokan harinya istrinya menyusul ke kebun dan saat tiba di dekat pondok melihat suaminya DD sudah tergeletak mengelurakan darah dari mulut korban juga ada bercak dan gumpalan darah di bawah pondok.

“Lalu, itrisnya ini langsung meminta pertolongan warga, hingga warga menghubungi personel Polsek BTS Ulu dan Polres Mura,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, AKP Redho menyebutkan meninggal DD kuat dugaan akibat sakit yang dideritanya berasam dikuatkan keterangan istrinya.

“Istrinya juga menyebutjan kalaulah DD telah mengalami sakit TBC dari 3 tahun yang lalu. Kemudian bersangkutan juga ketergantungan obat merek “BODREX” dengan mengkonsumsi obat tersebut dengan jumlah lebih dari 10 butir,” bebernya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *