MUSI RAWAS, LS – Warga dusun II Desa Sukowono, Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas berduka. Salah satu warganya, seorang kakek-kakek meninggal dunia diduga bunuh diri.
Korban diketahui bernama Darpin (68) merupakan warga setempat, ditemukan masuk ke dalam sumur berada dibelakang rumah warga meskipun berhasil dievakuasi Namun, nyawanya tidak terselamatkan.
Kejadian sempat menghebohkan ini, diduga aksi bunuh diri. Bahkan, dikuatkan keterangan pihak medis Puskesmas Jayaloka kalaulah mendiang almarhum meninggal dunia, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan melainkan akibat tenggelam.
Sementara dari informasi dihimpun, yakni keterangan keluarga. Jika bersangkutan, kerap nekat lakukan upaya bunuh diri karena merasa tidak kuat menderita sakit gula (Diabetes).
Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Jayaloka, Iptu Purnama Mentary Sampe SH membenarkan terkait informasi warga meninggal dunia diduga karena bunuh diri.
“Awalhya, kita Polsek mendapatkan kabar ada warga meninggal dunia. Yang mana, sebelum meninggal ditemukan berada dalam sumur. Anggota pun langsung ke TKP memastikan kebenaran adanya kejadian tersebut,” ungkap Iptu Purnama Mentary Sampe dalam keterangan pres rilisnya.
Kemudian, setibanya dilokasi bersama sejumlah personel langsung mengurai rangkaian kumpulkan keterangan saksi-saksi.
“Kuat dugaan bahwa korban meninggal, dengan cara bunuh diri melompat kedalam sumur. Bahkan, juga dikuatkan ditemukan Bb didekat jenazah korban satu buah topi, baju, celana korban,” katanya lanjut.
Selain itu, dalam evakuasi sendiri pihaknya juga menghubungi medis puskesmas jayaloka dan setibanya dilokasi ternyata bersangkutan telah diangkat dari dalam sumur.
“Kemudia diantarkanlah ke Puskes, lalu dilakukan pemeriksaan luar terhadap korban. Hasilnya, petugas medias memastikan korban dinyatakan telah meninggal dunia dan ditubuh korban tidak di temukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.
Usai diketahui kalau telah meninggal dunia, jenazah langsung dibawa dan diiringi oleh sanak keluarga, tetangga menuju rumah duka.
“Setiba dirumah duka, langsung disambut isak tangis keluarga, tetangga dan warga. Selanjutnya jenazah langsung dimandikan, dikafani dan akan dikebumikan,” bebernya.
Sementara, ditambahkan berdasarkan keterangan saksi keluarga korban insial TR (32) ditemukan korban, ketika saksi pulang kerumah mengetahui korban tidak berada di rumah.
“Kemudian, TR berinisiatif mencari korban ke kebun sawit yang berada di belakang rumah korban, setibanya di TKP, TR menemukan korban sudah tenggelam di dalam sumur yang ada di lokasi kebun tersebut, lalu TR memberitahu kepada keluarga kejadian tersebut,” tandasnya.
Sementara itu dikatakan saksi lainya, Sekretaris Desa Sukowono Dewantha Marga Dwi Sari bahwasanya korban sudah pernah mencoba melakukan upaya bunuh diri, satu bulan yang lalu, tetapi upaya tersebut gagal di karenakan tali yang di gunakan untuk percobaan bunuh diri putus.
“Dan, dari keterangan saksi, korban nekat bunuh diri lantaran depresi karena menderita penyakit gula/diabetes. Namun, musibah kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas disertai dengan surat pernyataan pihak keluarga korban,” tukasnya.
Penulis : ARIE












