Terbaik & Terpercaya
Indeks

Kapolsek Kompol Dedi Rahmat Hidayat Hadiri HUT 66 Tamsis Sungai Gerong

IST Kompol Dedi Rahmat Hidayat Kapolsek SU II

*Ajang Reuni Lintas Generasi Penuh Haru dan Sarat Makna

PALEMBANG, LS –  Kompol Dedi Rahmat Hidayat SH hadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 66 Tahun, Taman Siswa (Tamsis) Sungai Gerong berlangsung halaman upacara SD Taman Siswa 1, Kampung Bali, Hari ini (13/5).

Kehadiran pria sekarang menjabat Kapolsek Sebrang Ulu II, Polrestabes Palembang disambut hangat rekan-rekanya terdahulu. Adapun perayaan HUT Tamsis ke 66 Tahun, bukan sekedar perayaan. Melainkan ajang reuni akbar yang mempertemukan kembali semua keluarga besar, Taman Siswa lintas generasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Mulyani Fatah, mengungkapkan bahwa kemeriahan acara tersebut dihadiri oleh sekitar 700 orang. Peserta yang hadir berasal, dari berbagai kalangan.

“Mulai dari alumni angkatan 60-an hingga lulusan terbaru, para pensiunan guru, pamong (guru) yang masih aktif, siswa, hingga para wali murid,” ungkap Mulyani Fatah.

Selain itu, menurut Mulyani yang juga merupakan alumni era 60-an, momen peringatan ini terasa sangat mengharukan. Pasalnya, acara ini menjadi jembatan silaturahmi antara murid dan sosok-sosok pahlawan tanpa tanda jasa di masa lalu mereka.

“Kami sangat terharu dan bersyukur masih dapat bertemu dengan para guru kami. Bahkan, sosok seperti Pak Sueb yang kini sudah berusia 92 tahun masih bisa hadir di tengah-tengah kami,” Akui Mulayani.

Dikatakan Mulyani bahwa selain Pak Sueb, beberapa mantan pamong yang turut hadir bernostalgia antara lain Ibu Nur, Bapak Landung, dan Bapak Slamet.

“Ajang Menumbuhkan Kepedulian Alumni Sejumlah tokoh turut memberikan sambutan dalam acara ini,” tandasnya.

Mewakili para alumni, hadir Kompol Dedi Rahmat Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Seberang Ulu II.

“Bagi saya, SD Taman Siswa 1 ini merupakan kenangan terindah yang telah meletakkan fondasi penting dalam kehidupan,” kata Dedi.

Dalam sambutannya, Dedi bercerita mengenai pengalamannya di masa sekolah, ketika ia pernah dicubit oleh sang guru hingga meninggalkan bekas biru. Alih-alih menaruh dendam, ia justru merasa bersyukur.

Menurutnya, teguran tersebut merupakan bentuk pendidikan kedisiplinan yang lazim diterapkan pada masa itu.
“Cubitan guru itu adalah wujud rasa sayang yang justru menjadi motivasi dan kontrol bagi saya, sehingga saya bisa menyadari kesalahan dan terpacu untuk lebih giat belajar,” terangnya.

Hasilnya, tambah Dedi dirinya mengucapkan alhamdulillah hari ini saya dapat menduduki posisi seperti sekarang.

“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru-guru yang telah memberikan pendidikan terbaik bagi kami.” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala SD Taman Siswa 1, Bambang Sulistiyo (76) menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh alumni dan pihak-pihak yang terus menaruh kepedulian terhadap perkembangan sekolah.
“Saya sudah puluhan tahun mengajar di SD Taman Siswa ini. Harapan saya, agar sekolah ini dapat terus bertahan dan berkembang dengan baik, sejalan dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara,” terangnya.

Berbagai kegiatan menarik turut mewarnai jalannya peringatan, mulai dari lomba melukis on the spot yang diikuti oleh para siswa, hingga lomba kostum unik yang disambut antusias oleh para alumni.

Sebagai puncak acara, dilakukan penyerahan lukisan bertema “Kepompong dan Kupu-kupu” karya pelukis Marta Asrawinata. Menariknya, karya seni ini merupakan hasil penyempurnaan dari coretan kuas para tamu undangan yang mereka torehkan saat mengisi daftar hadir di awal acara.

“Lukisan transformasi dari kepompong menjadi kupu-kupu ini merupakan refleksi dari proses persahabatan yang indah dan abadi,” pungkas Marta, memberikan makna filosofis yang mendalam sebagai penutup rangkaian acara.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *