Terbaik & Terpercaya
Indeks

AUP3M Gelar Unjuk Rasa Damai, Desak BNN Pusat dan Polda Turun Tangkap Bandar Narkoba Di Muratara

Unjuk Rasa AUP3M Di Muratara

MURATARA, LS – Massa tergabung dalam Aliansi Ulama Pemuda Pelajar Peduli Muratara (AUP3M), terdiri dari didalamya Banser, Patayat NU, Pagar Nusa, Pelaajr dan puluhan pemuda asli Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) menggelar aksi unjuk rasa damai, berlokasi lapangan silampari Kabupaten Muratara, Hari ini (28/9) pagi tadi.

Unjukrasa damai, dilakukan guna menyuarakan aspirasi masyarakat guna mendesak aparat penegak hukum, BNN Pusat berserta polri Polda Sumsel agar segera turun tangkap keberadaraan Bandar Narkoba yang telah meresahkan masyarakat.

M. Mahmur Kelfin Kordinator lapangan (Korlap) unjuk rasa menyampaikan berdiri menyuarakan dari pada pesan moralnya peduli masyarakat Kabupaten Muratara, terutama bagi generasi muda penerus bangsa agar tercegah maraknya penyalagunaan Narkotika.

“Aksi damai ini, menanggapi tertangkapnya inisial F dan W oknum anggota Polres Muratara tertangkap penyalagunaan narkoba, dengan barang bukti (Bb) luar biasa 30 kg Sabu dan 11. 000 butir pil Ekstasi. Artinya, jika sampai terjadi peredaran ini di kalangan anak muda di Kabupaten Muratara sangatlah merusak,” tegasnya.

Dari itu, tentunya kehadiran unjuk rasa mendesak. Terutama, kepada BNN Pusat bersama BNN Sumsel turun ke Kabupaten Murata. Dan tangkap para bandar narkoba yang telah merajalel merusak generasi di Muratara.

“Alasan kenapa tidak minta dengan BNN Kota Lubuk Linggau Kami tidak percaya. Begitupun, dengan Satres Narkoba Polres Muratara. Makanya kami minta harapan kepada BNN Pusat, BNN Provinsi begitupun dari Polrinya Polda Provinsi Sumsel. Segera turun, dan kami AUP3M siap membantu dan berikan informasi,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Demiyanti dengan lugas menyampaikan, jika telah mengetahui siap bandar narkoba yang dimaksut. YaN kami menduya seperti di kecamatan karang dapo itu inisial I dan Y. Kemudian untuk dirupit insial R dan Rawas ilir insi R dan Rawas itu ada D dan S

“Zat Narkotika masih menjadi musuh bangsa Indonesia saat ini. Peredaran narkoba dan penyalahgunaan zat terlarang adiktif bukan hanya masalah yang terjad di negara maju, tetap juga merupakan lahan subur bagi negara berkembang seperti Indonesia, khususnya di Kabupaten Muratara,” bebernya.

Meskipun banyak diadakan sosialisasi tentang bahaya narkotika bagi penggunanya, Indonesia masih mennadi salah satu negara target konsumsi narkoba. Saat ini peredaran narkoba di Tanah Air sudah melintasi segmen usia, profesi, dan wilayah.

Sejak 2002 telah lahirlah lembaga BNN sebagai ganti dari BKNN yang didirikan oleh Presidem RI pada tahun 1999. Namun kehadiran BNN dalam menanggulangi peredaran Narkoba, ironis sekali, semakin di bentuk, maka semakin ramai juga peredaran narkoba.

“Beberapa kasus terjadi di Negeri ini wabil khusus yang berhubungan dengan muratara, maka untuk itu kami dari AUP3M menuntut pada BNN Pusat maupun provinsi untuk turun ke Muratara dan menindaklanjuti keresahan-keresahan para ulama dan para ustadz Muratara serta bertindak tegas terhadap peredaran Narkoba di Muratara,” tukasnya.

Penulis : ARIE/RIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *