Terbaik & Terpercaya
Indeks

Timgab Buru Dan Indetifikasi Keberadaan Beruang, Kapolres AKBP Agung Adhitya : Untuk Sementara Warga Dilarang Aktivitas Dalam Hutan

IST Timgab BKSDA

MUSI RAWAS, LS – Guna mengatisipasi agar tidak terjadi korban jiwa, seperti di alami pujianto (37) seorang petani karet warga Ciptodadi II, Kecamatan Sukakarya yang kondisinya saat ini kritis dirawat RSUD Shobirin Muara Beliti akibat diterkam Beruang hutan, kejadian terjadi 6 Agustus 2025 lalu.

Tim gabungan (Timgab) TNI-Polri bersama BKSDA Sumsel, Kapolsek Jayaloka Iptu M. Soleh bersama Danramil 406-07 Jayaloka, unsur pemerintahan Camat Sukakarya dan Pemerintah Desa (Pemdes) Air Beliti, Ciptodadi II, Bangun Rejo terjun kelokasi kejadian guna memburu sekaligus lakukan indetifikasi keberadaan hewan buas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta SH.S. IK M.H membenarkan jika telah dilakukan giat bersama, libatkan peran pihak BKSDA bersama TNI-AD Koramil Jayaloka begitu juga dengan peran pemerintah setempat, telah turun kelapangan dengan tujuan melakukan Indetifikasi keberadaan hewan buas Beruang, yang mana telah melukai petani, kejadianya di kebun karet Desa Ciptiodadi II.

“Untuk itu, kita juga meminta agar warga sementara waktu tidak beraktivitas di dalam hutan. Ya, semua demi keselamatan bersama,” ungkap AKBP Agung Adhitya dalam keterangan Press Releasenya.

Lebih jauh, disampaikan Pria berpangkat melati dua alumni akpol 2005 ini. Langkah ditempuh Timgab merupakan respon atas insiden penyerangan terhadap warga oleh hewan buas katanya beruang, yang terjadi beberapa hari lalu.

“Dan, hasil temuan di lapangan, dalam proses identifikasi, tim menemukan sejumlah bukti keberadaan beruang diantaranya, dua sarang beruang di atas pohon karet, jejak cakaran pada batang pohon serta kotoran/tinja beruang yang masih baru,” beber AKBP Agung Adhitya.

Sementara itu, Kepala Resort BKSDA SS, Risun, menjelaskan hewan buas seperti halnya beruang merupakan hewan nokturnal, yang aktif di malam hari dan cenderung berpindah-pindah.

“Maka dari itu menekankan bahwa keberadaan sarang menunjukkan kemungkinan beruang sedang beranak, sehingga lebih agresif dan sensitif terhadap gangguan,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *