MUBA SUMSEL, LS – Jalan penghubung utama di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, amblas akibat abrasi Sungai Musi pada Kamis malam (3/4). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu mengakibatkan jalan desa terputus dan enam rumah warga terdampak langsung tanah longsor.
Camat Babat Toman, Heru Kharisma, mengungkapkan bahwa tanah amblas dengan kedalaman sekitar 7 meter, lebar 5 meter, dan panjang mencapai 30 meter tersebut menjadi ancaman serius bagi permukiman di sekitarnya.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun enam rumah terdampak langsung. Beberapa di antaranya berada di zona risiko tinggi. Para pemilik rumah sudah kami imbau untuk mengungsi, dan barang-barang pun telah mulai dipindahkan,” ujar Heru, Jumat (4/4).
Pihak kecamatan telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Musi untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi
“Akibat jalan yang terputus, aktivitas warga menjadi terhambat. Akses utama yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini tidak bisa dilalui,” tambah Heru.
Terkait penanganan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin, Dinas PUPR, dan Dinas PU Perkim. Tim dari BPBD telah melakukan peninjauan lokasi dan mulai mengambil langkah penanganan darurat.
Kepala BPBD Muba, H. Pathi Riduan, menyatakan bahwa longsor ini dipicu oleh derasnya arus Sungai Musi yang mengikis tebing, diperparah oleh meningkatnya debit air selama musim hujan.
“Longsor akibat abrasi Sungai Musi menjadi ancaman tahunan bagi warga di sekitarnya. Saat curah hujan tinggi, risiko pergerakan tanah juga meningkat signifikan,” jelas Pathi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan. Warga terdampak kini telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah. (**)












