JAKRTA, LS – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi Digital (Kemenkomdigi) resmi meluncurkan program akselerasi kepemilikan rumah bagi para karyawan industri media.
Program ini menyasar wartawan dan pekerja media dengan penghasilan menengah ke bawah sebagai bagian dari skema perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program tersebut diperkenalkan dalam acara sosialisasi yang berlangsung di Gedung Kemenkomdigi, Jakarta, Rabu (23/4). Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, serta Wakil Kepala Divisi SMD BTN, Noor Rido. Dari sisi organisasi media, acara dihadiri perwakilan dari PWI, SPS, ATVSI, ATVLI, ATVNI, ATVSDI, PRSSNI, AMSI, SMSI, dan JMSI.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, menegaskan bahwa program ini bukanlah bentuk intervensi terhadap media, melainkan penghormatan terhadap peran strategis insan pers. “Wartawan adalah penjaga demokrasi, pengawal kepentingan publik. Sudah seharusnya negara hadir memberikan ruang hidup yang layak bagi mereka,” ujarnya.
Program ini bekerja sama dengan BTN dan Tapera, dengan target 1.000 unit rumah. Hingga saat ini, sebagian besar unit telah rampung dan siap dihuni.
Lokasi rumah berada di wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Banten sekitarnya. Skema pembiayaannya ringan, dengan bunga tetap 5% per tahun dan tenor hingga 20 tahun. BTN juga menetapkan uang muka hanya 1%, serta membebaskan pembelian dari PPN dan BPHTB.
“Ini adalah lompatan penting bagi kesejahteraan pekerja media. Kami ingin memastikan wartawan punya rumah sendiri,” ujar Dirjen KPM, Fifi Aleyda Yahya.
Ketua Tim Perumahan PWI Pusat, Tundra Meliala, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal jalannya program agar merata dinikmati oleh anggota PWI di seluruh Indonesia.
Ia juga menyerukan kepada seluruh pengurus daerah untuk segera mendata anggota yang berminat.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan asosiasi media, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial-ekonomi jurnalis, sekaligus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik secara menyeluruh.
Penulis : ARIE












