Terbaik & Terpercaya
Indeks

Satu Keluarga Di Musi Rawas Diduga Keracunan Asap Genset, Begini Penjelasan Polisi Dan Pihak RSUD Shobirin

Press Release Polres Musi Rawas Terkait Satu Keluarga Di Musi Rawas Diduga Keracunan Genset, (28/2)

MUSI RAWAS, LS – Jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel bersama pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Shobirin menggelar press release penjelasan, terkait kejadian musibah dialami satu keluarga di Desa Muara Kati Baru, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) diduga alami keracunan asap genset.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi SH. S.IK M.H memimpin press release, bersama dihadiri Direktur RSUD Shobirin Dr. H. Sopian Hadi, Pihak Laboratorium DLH Musi Rawas Chandra Gunawan, berlangsung di halaman depan Mapolres Musi Rawas, Jum’at (28/2) pagi tadi.

Dikatakan, AKBP Andi Supriadi bahwa telah terjadi musibah ditemukan satu keluarga, warga Desa Muara Kati Baru Kecamatan TPK dengan dua orang telah meninggal dunia, yang diduga akibat keracunan gas Karbonmonosida dari mesin genset, Kamis (27/2).

“Rekan-rekan media, kami merilis terkait satu keluarga di Desa Muara Kati Baru, Kecamatan Muara Beliti kemarin sore 17. 30 Wib kita memproleh informasi, berada di dalam rumah dalam kondisi pingsan semua. Walaupun, dalam perjalananya ada dua orang meninggal dunia,” ungkap AKBP Andi Supriadi.

Lebih lanjut, ditambahkan Pria berpangkat melati dua ini bahwa memastikan kejadian di alami keluarga Yayan (alm), pihaknya Polres Musi Rawas melibatkan stacholder terkait. Baik itu, pihak RSUD Shobirin bersama keterlibatan pihak Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkait pengecekan kondisi udara, khususnya di lokasi kejadian.

“Dapat kami jelaskan, jika dari kejadian tersebut menimpah 5 orang korban, atas nama Yayan Irama (Kepala Keluarga/red) telah meninggal dunia. Kemudian istrinya, Reni Hartati kini masih kritis dirawat intensif bersama tiga anaknya. Adapun, dari ketiga anaknya ini inisial ANI (6) kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena semalam dipukul 22.30 Wib meninggal dunia dan duanya lagi AHI (11) dan AAI (3) dirawat mendapatkan perawat medis di rumah sakit RSUD Shobirin,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai kronologis kejadian. Dibeberkan AKBP Andi Supriadi bahwa pihaknya Satreskrim Polres Musi Rawas yang mendapatkan informasi langsung ke lokasi kejadian, melakukan serangkaian langkah-langkah guna mengetahui akibat kejadian tersebut.

Bahkan, AKBP Andi Supriadi pertama kali mengetahui kejadian ialah pihak orang tua atau mertua Yayan (Alm). Adapun, pihaknya juga setiba dilokasi memeriksa handpone milik Yayan, di dapatkan saudara telah mencoba menghubungi. Seperti, ada satu nama Dessi saudara Yayan pukul 15.42 Wib, kemudian ada juga Yuk Wulan pukul 16.12 Wib menanyakan ke korban namun tidak ada respon.

“Akhirnya, orang tua mertua Yayan dibantu warga sekitar berinsiatif untuk mendongkrak pintu rumah. Karena sempat melihat, dari samping jendelah mereka semua dalam kondisi terkapar semuanya,” jelasnya.

Selain itu, juga terlihat tiga orang Anak berada diruang tengah, kemudian pintu terbuka setelah pendobrakan. Didapatkan posisi Yayan berada terkapar didepan pintu arah kamar mandi, berada diruang dapur. Sedangkan istrinya Reni berada di dalam kamar mandi.

Setibanya, sekitar pukul 16.30 Wib, kami Polres lakukan olah TKP. Dan memang, pada saat rumah dibuka sudah dalam posisi menyengat semua ruangan bau asap. Olah TKP dilakukan guna mencari alat bukti apa yang menjadi penyebabnya.

“Dari hasil, kita dapatkan pertama kita dapatkan bau asap dengan ditambah kecurigaan mendapati genset berada diantara ruang dapur dan kamar mandi dalam kondisi masih bergetar.

Lalu, ditemukan juga muntahan di kasur ruang tengah tempat ketiga anak terkapar. Ada juga didapatkan lainya, Frescare berada didepan kamar mandi, dan ada juga ditemukan diatas meja makan satu botol minyak angin dengan posisinya baik frescare ataupun minyak angin terbuka,” bebernya.

Masih kata, AKBP Andi Supriadi selain melakukan Olah TKP. Personel Satreskrim, lakukan tahap pemeriksaan laboratorium apa yang ditemukan di TKP. Mulai dari, uji lab udara maupun lainya.

“Termasuk juga, kita tengah menganalisa sejumlah tempat bekas makanan, dot bayi yang ditemukan berada dimeja makan semuanya kita uji labfor Polda Sumsel. Yang mana kesemuanya, dugaan awal kita kejadian kerajunan asap genset. Termasuk pengukuran baku mutu udara dilokasi kejarian, dengan tujuan mengecek standar normal udara melibatkan pihak lab DLH,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Shobirin Dr. Sopian Hadi menyampaikan terkait musibah dialami warga Desa Muara Kati, TPK yang diduga mengalami keracunan genset. Dimana, pihaknya ataupun dirinya selaku Direktur RSUD Shobirin turun langsung memimpin penangan secara medis.

“Kaitan hal medis dalam hitungan tunda jam saja bisa semua selesai kondisi pasien. Jadi, memang benar benar sangat kritis seperti apa yang disampaikan pihak Polres adanya satu pasien Yayan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” terang Dr. Sopian Hadi.

Lebih rinci, dipaparkan pria berkacamata ini bahwa kondisi kritis dimaksudkan bisa disimbolkan situasi, kesemua pasien dalam kondisi multi organ failure. Dimana, hampir seluruh organ-organ vital pasien pasien ini sudah mengalmi kerusakan. Baik paru paru, ginjal, sel darah dan jantungnya.

“Kemudian dalam hal penanganan, sesuai standar medis untuk pasien ibu itu dirawat diruang Intensif Care Unit (ICU) Intensif Care Dewasa, kemudian dan anaknya dirawat di PICU (Pediatric Intensive Care Unit. Begitupun, untuk kondisi pertama ibu yang kini masih di incubasi terpasang fentilator mesin bantu pernapasan. Staknan masih belum, tanda perbaikan. Nah, untuk kondisi anak sekarang ini, sudah memang sudah sadar namun belum full 100 persen,” ulasnya.

Sedangkan dijelaskan, Tim Laboratorium Lingkungan Hidup, Chadra Gunawan menjadi tugas pihaknya guna melakukan pengecekan kondisi udara, dilakukan di lokasi kejadian. Ada beberap langkah, pengambilan sample udara untuk diuji laboratorium.

“Mendapatkan informasi, kami menyiapkan alat alat pengukuran kualitas udara. Tiba, dilokasi malam pukul 20.00 Wib, kami langsung pasang alat pengukuran. Dilakukan, pengukuran selama satu jam guna mengetahui kualitas udara semua ruangan dalam rumah. Didapatkan, hasilnya CO cukup tinggi capai 8331 dan Non Metan Hidro Karbion juga tinggi 3992 sedangkan baku mutu 160,” jelas Chandra Gunawan

Selain itu, ditambahkan Chandra Gunawan pihaknya juga lakukan pengecekan emisi dari pada mesin Genset.

“Setelah dari TKP, bergeser ke Polres guna lakukan uji emisi genset. Dan hasilnya, gaa buang Co dihasilkan dari gas buang, 1090, 70 Karbonmonosida. Sedangkan baku mutu diprebolehkan, itu 170. Jadi, jika bapak ibu hidupkan genset itu baku mutunya gas buang tidak boleh lebih dari 170,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *