MUSI RAWAS, LS – Salah satu makam berada di Tempat Pamakaman Umum (TPU) Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas diduga telah dibongkar orang tidak dikenal (OTD), Kemarin (8/12).
Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Tugumulyo Polres Musi Rawas sigap datangi lokasi, lakukan serangkaian penyidikan lebih lanjut.
Hal itu dibenarkan Kapolres AKBP Agung Adhitya Prananta SH. S.IK M.H melalui Kapolsek Tugumulyo AKP Rusdan didampingi kanit reskrim Ipda Ipandri SH. Dijelaskan AKP Rusdan, bekernaan adanya informasi terjadinya terbongkarnya salah satu makan di TPU Mataram, wilayah hukum Polsek Tugumulyo. Dari laporan anggota, jika didapatkan kondisi makan yang terbongkar.
“Personel kita datangi TKP, disana dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi makan, jenazah serta meminta keterangan sejumlah saksi. Adapun, hasilnya diketahui makan tersebut makanya Almarhum Wagiyo merupakan warga Dusun II Desa Mataram kodisinya telah tergali sedalam 50 Cm pada bagian kepala,” ungkap AKP Rusdan.
Selain itu, ditambahkan Pria Mantan Kasi Propam Polres Muratara bahwa diketahui untuk kondisi jenazah masih berada pada posisi semhla dan papan penutup liang lahat tidak mengalami kerusakan.
“Memang benar makam terjadi diduga terbongkar. Akan tetapi, kita pastikan kalau jenaaah masih utuh dan papan penutup liat lahat tersusun rapi. Dan kita pun, tetap lakukan penyelidiakn lenih lanjut atas kejadian tersebut,” bebernya.
Selain itu, kembali ditegaskan AKP Rusdan pihaknya akan meningkatkan kegiatan patroli terutama di areal pemakaman umum. Dan itu semua sebagai langkah antisipasi.
“Dari kejadian di TPU Mataram, kita Polsek Tugumulyo akan tingkatkan giat patroli agar kejadian seperti jangan terulang kembali,” kata dia.
Sementara itu, Kades Desa Mataram Hendi Muktar menjelaskan dugaan pembongkaran makam tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga Danang dan Bima saat berziarah pada pagi hari.
“Mereka melihat tanah makam berserakan dan menemukan adanya galian di bagian kepala makam almarhum Wagiyo,” jelasnya.
Sementara itu, Nabila, anak kandung almarhum Wagiyo menerangkan pertama mendapatkan kabar informasi dari warga dan kemudian melakukan pengecekan bersama Kepala Desa.
“Benar terlihat adanya galian sedalam sekitar 50 cm ditemukan di makam ayahnya, namun belum mencapai posisi jenazah. Almarhum Wagiyo diketahui meninggal pada 22 Oktober 2025 di usia 78 tahun,” terangnya.
Penulis : ARIE












