Terbaik & Terpercaya
Indeks

Penangan Karhutla dan Konflik Sosial, Ini Lho Arahan Kapolres AKBP Danu Agus

Ist Humas Polres Musi Rawas

MUSI RAWAS, LS – Jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel melaksanakan giat Gelar Opsnal alias GO bulanan. Hadir memimpin giat tersebut, Kapolres Musi Rawas AKBP Danu Agus Purnomo S.IK M. H didampingi Wakapolres Kompol Harsono bersama Kabag Ops Kompol Johan Suseno, berlangsung di aula gedung Pesat Gatra Mapolres Musi Rawas Muara Beliti, Hari ini (17/5) pagi tadi.

Giat GO bulanan turut pula dihadiri jajaran PJU Polres Musi Rawas, bersama segenap jajaran Kapolsek wilayah hukum Polres Musi Rawas. Adapun, pembahasan giat GO sendiri membahas terkait kesiapan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bersama Konflik Sosial yang terjadi diwilayah hukum Kabupaten Musi Rawas.

“Ya, Hari ini saya bersama dengan wakapolres, kabag ops, kasat dan para kapolsek melangsungkan pertemuan dalam rangka GO Bulanan. Yang mana, kita bersama-sama melakukan pembahasan yakni tentang kesiapan Mitigasi Karhutlah dan Konflik Sosial diwilayah hukum Polres Mura,”Ungkap AKBP Danu Agus Purnomo S.IK MH dalam keterangan pres rilisnya.

Ia menjelaskan, bahwa mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana dalam hal ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah). Apalagi akhir-akhir ini diwilayah Provinsi Sumsel bahkan sebagian Indonesia tidak terlepas Kabupaten Mura, sudah mulai cuaca panas ekstrem, yang rentan mudah terjadinya karhutlah.

“Oleh sebab itula, kita melakukan antisipasi sekaligus persiapan agar tidak terjadi hal tersebut, seperti sosialisasi kemasyarakat jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan, memasang spanduk himbaun, selain itu tingkatkan dan jalin sinergitas bersama TNI dan Pemda, guna mencegah tidak terjadinya karhutlah,”Papar Abang Danu Agus sapaan akrabnya.

Selain itu, ditambahkan pria berpangkat melati dua selain mitigasi Karhutla. Dibahas pula, terkait penangan adanya potensi konflik sosial. Dan untuk itu, kepada seluruh jajaran personel agar mampu mengedepankan asas musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan berkenaan dengan terjadinya konfilik sosial ditengah-tengah masyarakat.

“Karena, secara musyawarah dan mufakat akan membuahkan hasil yang lebih optimal dari pada melakukan upaya penegakan hukum semata,”Bebernya.

Dengan musyawarah dan mufakat, Masih Kata Danu Agus bahwa diharapkan yakni kepada kedua belah pihak yang bertikai bisa duduk secara bersama untuk menyampaikan pokok-pokok permasalahannya, sehingga berbagai upaya dan solusi untuk mencari jalan penyelesaian bisa dilakukan.

“Selain itu, melalui musyawarah dan mufakat kedua belah pihak yang bertikai juga bisa saling memaafkan, sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan,”Tandasnya.

Dari itu, dirinya juga mengingatkan dalam hal penanganan konflik sosial agar melibatkan seluruh stakeholder terkait dalam menyelesaikan konflik sosial, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

“Kalau kita sudah duduk bersama, maka permasalahan konflik sosial bisa diselesaikan dengan tuntas. Adapun, semuanya merupak solusi terbaik. Ya, mudah-mudahan masyarakat setuju untuk mengedepankan asas musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan suatu konflik sosial, sehingga hubungan tali silaturahmi bisa terjalin dengan baik,”Tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *