MUSIRAWAS, LS –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas melalui Asisten I Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Ali Sadikin mengaturkan permohonan maaf atas terjadinya insiden pengusiran terhadap Deny Wartawan Detiksumsel.com. Selain itu, Pemkab Musi Rawas pun, akan segera melalukan banyak pembenahan terlebih pada staf Front Office kantor Bupati.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten Musirawas menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada salah satu wartawan Jumat (14/7/2023) lalu. Dan atas usulan, kritik dan saran dari rekan-rekan pers akan segera direalisasikan,”Ungkap Ali Sadikin dalam kesempatan mediasi yang di inisiasi pengurus PWI Musi Rawas, Hari ini (17/7) siang.
Turut pula hadir mendampingi Asisten I, Kadiakominfo Musi Rawas Adi Irawan bersama Sekretaris Sat-Pol-PP Damkar Musi Rawas Tri Wahyudi.
Adapun, sebelum diselenggarakanya mediasi. Beberapa usulan, pembenahan diri bagi para wartawan disampaikan Ketua PWI Musi Rawas Jhuan P Silitonga yang meminta agar memberikan keleluasaan kepada wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik dilingkup Kantor Bupati Musi Rawas.
Selama ini, lanjut Jhuan, ada kesan sempitnya keleluasaan para wartawan yang hendak menjalankan tugasnya di Setda Musirawas. Dengan adanya insiden Deny ini menunjukkan hal itu memang terjadi. Staf front office kantor sepertinya tidak bisa menerjemahkan perintah atasan yang diyakini tidak membenarkan hal ini bisa terjadi.
“Staf front office tidak fleksibel atau terlalu kaku dalam menerjemahkan perintah atasan,”Tegas Jhuan.
Maka dari itu, hendaknya fungsi kehumasan di kantor Setda Musirawas kembali didirikan, seperti menyiapkan ruang khusus untuk wartawan bertemu dengan pejabat selaku narasumber pemberitaan.
“Sehingga dengan demikian, tugas dan fungsi masing-masing, baik wartawan yang menyampaikan informasi ke masyarakat maupun tugas negara yang diemban pejabat pemkab dapat berjalan sebagaimana mestinya,”Paparnya.
Jhuan mewakili masyarakat pers di Musirawas juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam menjalankan fungsi jurnalistik baik sikap maupun etika.
“Kami juga selaku masyarakat pers di Musirawas meminta maaf atas perlakuan kami yang mungkin belum sepenuhnya memahami adab dan etika jurnalistik. Ke depan, kami juga akan membenahi diri,”Tandasnya.
Selain itu, banyak kegiatan di Setda Musirawas yang dinilai patut untuk diinformasikan ke masyarakat namun tidak mendapat akses informasi yang lebih.
“Untuk itu, diperlukan adanya konferensi pers setiap kegiatan yang ada di Setda Musirawas. Sehingga informasi pemerintah daerah dapat tersampaikan ke masyarakat melalui pers,”Pintahnya.
Hal ini senada yang disampaikan Dodi Chandra, Bidang Pendidikan PWI Musirawas. Menurutnya, fungsi pers tidak hanya sebagai penyampai informasi terkini, namun juga ada fungsi edukasi kepada masyarakat. Tata kelola roda pemerintahan di Pemkab Musirawas juga menjadi salah satu pendidikan bagi masyarakat.
“Semua hal yang dilakukan oleh pejabat Pemkab Musirawas adalah pendidikan bagi masyarakat. Hal yang tidak wajar jika informasi-informasi yang patut dipublikasikan itu dibatasi oleh Pemkab Musirawas,”Jelasnya.
Tak hanya itu, ada usulan dari Iman Santoso, Penasehat SMSI meminta agar Pemkab Musirawas mengadakan semacam pertemuan khusus antara Bupati Musirawas Hj Ratna Machmud dan wartawan.
“Sejak kepemimpinan Ratna Machmud belum ada pertemuan bupati dengan wartawan seperti coffe morning. Sehingga jika itu direalisasikan, maka akan ada semacam hubungan emosional antara Bupati dan wartawan yang bertugas di Kabupaten Musirawas,”Tukasnya.
Untuk diketahui, bahwa dalam mediasi juga terpantau adanya permintaan maaf dari staf umum, Widya juga Debi petugas Satpol PP yang terlibat dalam pengusiran Deny, wartawan Detiksumsel.
Penulis : ARIE












