Terbaik & Terpercaya
Indeks

Baja 51 Pembaretan, Eksdar Berjalan Kaki Hingga Menyusuri Air Terjun Satan

Eksdar Pembaretan Baja 51 Polres Musi Rawas(13/8)

MUSI RAWAS, LS – Bintara remaja (Baja) angkatan 51 berjumlah 10 orang, jalani tradisi pembaretan dikomandoi Wakapolres Musi Rawas, Kompol Harsono SH.

Dikesempatan pembaretan kali ini, 10 orang personel baja melangsungkan Ekpedisi Darat alias Eksdar, Kemari (13/8) pagi. yang dimulai lebih dulu ikuti apel pagi di Polres Musi Rawas.

Kemudian, rombong baja yang di dampingi Kasat Samapta AKP Fredy Rajaguguk bersama sejumlah perwira pendamping, Kasi Humas AKP Herdiansyah melakukan memulai Eksdar berjalan kaki, dari Polres Musi Rawas menuju arah perumahan Bima Desa Muara Beliti Baru masuk kekanan ruas jalan Muhammad Amien, sampailah tepat simpang tiga Durian Remuk.

Dilanjutkan, aktivitas istirahat makan siang  dihalaman perumahan Angon Muara Beliti.

Lalu, barulah setelah makan siang rombongan baja angkatan 51 melanjutkan Eksdar berjalan kaki kearah Keluar menuju ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Setibat tepat di jalan Air Terjun Sata Desa Muara Beliti Baru, 10 orang personel baja 51 terdiri dari 9 orang Bintara dan 1 orang polisi wanita (Polwan) merayap diareal jalan pasir menuju lokasi Air Terjun Satan.  Barulah, berada ditepian seluruh personel Baja 51 berjumlah 10 orang ini, masuk kedalam air lalu menyusuri derasnya aliran air terjun sungai satan.

Setelah selesai, rombongan baja 51 naik kedarat melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya tiba di Mapolres Musi Rawas mengikuti posesi apel tradisi penyambutan dan pembaretan, dipimpin kembali Wakapolres Musi Rawas Kompol Harsono SH.

“Alhamdulilah, setelah mengikuti rangkaian Ekpedisi Darat “Ekdar” berjalan kaki kemudian juga menyusuri aliran Air Terjun Satan, sebanyak 10 orang personel Baja 51 gelombang 1 tahun 2024 telah dilakukan trandisi pembaretannya,” ungkap Kompol Harsono SH dalam sambutanya upacara pembaretan.

Lebih jauh, ditegaskan pria berpangkat melati satu dahulunya perna menjabat Kasat Shabara Polres Musi Rawas bahwa sejatinya baret merupakan lambang kehormatan besar Satuan Samapta.

“Kemudian tentunya, banyak makna dari tradisi pembaretan. Pertama anda sekalian mempelajari demografi situasi Polres Mura, dimana ada tanjakan dan turunan. Kemudian juga, harus dijaga seperti di objek wisata Air Terjun Satan, yang adik-adik kunjungi saat melakukan eksdar dan itupun baru sebagian masih banyak adik-adik pahami,” papar Kompol Harsono

Lanjut kedua, sebut Kompol Harsono pembaretan ini makna mengingat, bahwasannya baret itu letak diatas dihormati dan dijunjung. Karena mendapatkan susah perlu perjuangan dan pengorbanan, yang mana sebagai pengingat memakai baret kelengkapan, selanjutnya Samapta selalu diatas dihargai, hargai pimpinan, komandan, senior dan masyarakat.

“Jadi tradisi ini dipasangkan baret dikepala para adik-adik, bisa melaksanakan tugas di Polres Mura, dan kembangkan skill adik-adik. Segera menyatu dan senangi pekerjaan, kalau tidak menyenangi pekerjaan, ditempat manapun maka akan sulit dijalani, oleh sebab itu pahami tugas kalian sebagai personel taati aturan, serta selamat menjadi bagian keluarga besar Polres Mura,” tandasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *