Terbaik & Terpercaya
Indeks

Kasatreskrim AKP Hendrawan : Prihatin Anak-Anak Jadi Pelaku Kriminal, Himbau Orang Tua Dan Guru Aktif Berikan Pengawasan

Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP Hendrawan, ketika diwawancarai usai Pres Rilis (12/6)

* Untuk DPO Segeralah Menyerahkan Diri

LUBUKLINGGAU, LS – Keprihatinan disampaikan Kasatreskrim Polres Lubuklinggau, AKP Hendrawan terhadap kondisi maraknya anak-anak harus terjerumus menjadi pelaku tindak kriminal.

Hal itu terkuak, dalam pres rilis pengungkapan tiga kasus menonjol yang diungkap Satreskrim Polres Lubuklinggau, berlangsung di kandang macam Mapolres Lubuklinggau, Rabu (12/6) sore.

Dijelaskan, AKP Hendrawan dibeberapa minggu bulan juni 2024 disejumlah wilayah hukum Kota Lubuklinggau telah terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pertama terjadinya aksi pengeroyokan dilakukan sekumpulan anak-anak terhadap korbanya pelajar hingga mengalami luka robek diperut akibat sabetan celurit, lokasi kejadianya terjadi diruas jalan Kelurahan Suka Jadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat Kota Lubuklingau belum lama 8 juni 2024 lalu.

“Jadi rekan-rekan sekalian, tentunya melihat pengungkap tiga kasus menjadi atensi pengeroyokan, sajam hingga curas kesemua baik korban ataupun pelakunya ialah anak-anak. Artinya, Satreskrim cukup prihatin bahwa kasus kasus terjadi ini melibatkan baik korban maupun pelakunya anak-anak, yang tentunya menjadi perintangan kami,” tegas AKP Hendrawan.

Dari itu pun, pihaknya meminta kesungguhan peran dari pada orang tua maupun peranya dari pada guru-guru agar bisa berikan pengawasan terhadap anak maupun murid ketika berada jalankan aktivitas sehari hari.

“Jadi rekan-rekan sekalian, kami pun Polres Lubuklinggau menghimbau kepada orang tua maupun para guru. Mari kita awasi, dan semuanya merupakan tanggung jawab kita semua,” bebernya.

Selain itu. tentunya berperan aktif dalam mengawasi, dari pada aktivitas anak-anaknya agar terhindar menjadi pelaku kriminal.

“kita lihat kita awasi, dan semua ini tanggung jawab kita. Jangan sampai, anak anak kita ini jadi rusak dan menjadi pelaku kriminal jadi tolonglah kepada orang tua, perhatikan anaknya begitupun kepada guru juga turut mengawasi” tandasnya.

Masih kata AKP Hendrawan pengungkapan kasus seperti 170 aksi pegeroyokan dilakukan perkumpulan ABG, beraksi menghadapang, melempari batu bahkan korbanpun sampai mengalami perawatan medis akibat perutnya mendapatkan sabetan celurit.

“Tidak ada gank motor, semuanya ini korban pelajar, sebagian pelaku juga ada yang pelajar. Terkadang mereka ini, tidak tau menau mengenai masalah. Seperti halnya untuk kasus Curas mereka ini hanya mencari identitas diri, jalankan aksi curas dengan cara menghadang, melakukan pemukulan lalu merapas HP korbanya. Sebagaimana, seakan aksi merek yang meniru anak-anak yang ada di kota kota besar,” bebernya.

Sedangkan untuk kasus 170, motifnya itu dendam ada permasalahan antara salah satu DPO mengutarakan dengan teman-temanya, bahwa dia ada musuh disampaikan DPO ke teman-temanya pada saat nonton kuda kepang, lalu pelaku yang DPO menunjuk itulah musuhnya (Korban/s), hingga akhirnya rekan-rekan lainya sepakat untuk melakukan pengeroyokan tersebut.

“Dan tentunya juga, kita pastikan peran utamanya di RS, RP statusnya DPO terhadap aksi pengeroyokan itu yang tengah diburu. Ya, dikesempatan pres rilis ini peran utamanya mereka berdua DPO. Untuk itu, kepada para DPO segera menyerahkan diri saja “tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *