Terbaik & Terpercaya
Indeks

Banjir Kepung Muratara, Hancurkan 5 Jembatan Gantung Rendam Puluhan Sekolah

Ist Banjir Muratara

MURATARA, LS- Bencana alam banjir “Kepung” sejumlah wilayah Kabupaten Musirawas Utara (Muratara). Berbagai dampak, kian dirasakan masyarakat disana. Tidak hanya, nyaris menenggelamkan pemukiman warga.

Banjir yang diakibatkan, meluapnya sejumlah sungai merusak sejumlah fasilitas umum (Fasum). Mulai dari, hancurnya sebanyak 5 jembatan gantung bersama terendamnya puluhan gedung sekolah.

Terperinci, berdasarkan informasi dihimpun. Hancurnya sebanyak 5 jembatan gantung, terdiri dari jembatan gantung Sosok, Muara kuis, Napalicin dan Kemang yang berdiri sepanjang aliran sungai rawas. Lalu, jembatan gantung batu gajah berdiri aliran sungai rupit.

Sementara itu, hampir sama menyebar disepanjang aliran sungai rawas dan sungai rupit. Terhintung, ada sebanyak 25 gedung sekolah kondisinya kini terendam air sungai.

Ke 25 gedung sekolah dimaksud, terdiri 17 gedung sekolah dasar (SD) diantaranya, SDN Biaro Baru, SDN 4 Bingin Teluk, SDN 1 NOMAN, SDN 1 Karang Dapo, SDN Pantai, SDN 3 Muara Rupit, SDN 2 Maur, SDN Biaro Lama, SDN 2 Karang Dapo, SDN karang anyar, SDN 1 Rantau Kadam, SDN1 Lesung Batu, SDNkertasari, SDN Mandi Angin, SDN Kerta Dewa,SDN Lubuk Rumbai, dan SDN Terpadu Translok Pauh.

Kemudian, sebanyak 8 gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdiri dari, SMP negeri karang anyar, SMPN Terpadu Translok Pauh, SMPN Pangkalan,Smpn Pulau Lebar, SMP N Napalicin, SMPN karang Dapo,SMPN 1 Muara Rupit, SMP NPulau Kidak.

Bupati Muratara Devi Suhartoni melalui Camat Ulu Rawas, Darmawan membenarkan terkait dilandanya musibah banjir akibat meluapnya sejumlah sungai.

“Tentunya, dampak dari banjir yang terjadi, benar telah merusak keberadaan fasilitas umum baik itu hancurnya kalau akibat luapan sungai rawas itu 4 jembatan dan ada satu jembatan gantung batu gajah luapan sungai rupit,” ungkap Darmawan.

Namun, demikian Darmawan memastikan situasi yakni Kamis (11/1) kondisi debiy air sudah mulai berangsur menurun. Hanya saja, semua warga diminta tetap waspada karena belum tau adanya susulan air dari uluan.

“Info terkini kami sampaikan bahwa sungai Rawas sudah jauh susut tetapi masih sangat dalam dan deras di wilayah Muara Kulam.

Yang berada di hilir sungai, untuk selalu waspada dan siaga serta segera mengevakuasi diri dan hartanya ketempat lebih aman,” tandasnya.

Sementara itu, dikatakan Kadisdik Muratara Sazili, S.Sos untuk diketahui dampak banjir, setidaknya ada 25 gedung sekolah SD dan SMP berada di tujuh kecamatan terendam.

“Jumlah tersebut berkemungkinan bertambah, karena saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Muratara,” jelas Sazili.

Untuk itu, dihimbau seluruh kepala sekolah yang terdampak agar menghentikan aktivitas belajar mengajar.

“Kita himbaukan bagi sekolah yang terndampak banjir agar melakukan evakuasi dan untuk menyelamatkan aset sekolah serta mendata aset aset sekolah yang rusak akibat banjir,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *