MUSI RAWAS, LS – Semua dengan mengedepankan upaya persuasif Polres Musi Rawas bersama jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, Kecamatan hingga pemerintah desa.
Mulai dari, berhasil diredahnya amarah warga Desa Karang Panggung buntut dari meninggal dunia, Reno (35) akibat mengalami penusukan sebilah pisau oleh pelaku Bambang (35) seorang petani warga Desa Batu Gane Selangit, Kemarin (24/3) sore.
Bahkan, semua berkat peran serta Kepala Desa Batu Gane Budi Utomo. Tak sampai 1 X 24 Jam. Tersangkanya, Bambang walaupun sempat melarikan diri alias kabur, Lalu sempat bersembunyi di Desa Pasenan akhirnya mau menyerahkan diri ke pihak Polres Musi Rawas.
Demikian hal itu disampaikan, Kapolres Musi Rawas AKBP Danu Agus Purnomo S.IK dalam keterangan pres rilisnya, Sabtu (25/3) sore tadi.
AKBP Danu Agus Purnomo S.IK M.H secara rinci menyebutkan, dari mulanya mendapatkan informasi atas kejadian tersebut.
Pihaknya, telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Mulai dari, di pimpin langsung Kabagops, Kompol Polin Pakpaham bersama sejumlah perwira mendatangi lokasi kejadi. Kemudian, Kasatintelkam memimpin piket staby on call (SOC) bersama Team Opsnal Landak Satreskrim Polres Musi Rawas juga turun bergerak mengumpulkan informasi, maupun penyidikan terkait kejadian sebenarnya.
“Jadi, sore hari ini. Kami melaksanakan pres rilis, terkait kejadian pembunuhan terjadi kemaren (24/3) sekitar pukul 15.30 Wib di jalan poros Desa Batu Gane Selangit. Korban sendiri, Reno (35) kerjanya honorer, berasal dari Desa Karang Panggung. Korban dibunuh, oleh Tersangka Bambang (35) bekerja sebagai petani yang tinggal di Desa Batu Gane,”Ungkap AKBP Danu Agus Purnomo S.IK M.H.
Ditambahkan, Pria berpangkat melati dua ini. Dari semua itu. Didapatkan adanya kejadian penusukan, oleh terduga pelaku Bambang warga Batu Gane terhadap korbanya Reno.
“Dimana, kronologisnya kami informasikan. Kejadian tersebut dimulai, ketika korban bersama 4 rekanya mengedarai mobil Merk Datsun nopol BA 1266 NH melintas di jalan Desa batu gane. Pada saat melewati lokasi tersebut, kebetulan rumah tesangka bambang berada tepat dipinggir jalan. Dan tersangka tengah hendak menyebrangi jalan, kemudian mobil berhenti mendadak,”Paparnya.
Lalu, Ditambahkan AKBP Danu Agus Purnomo S.IK bahwa usai mobilnya berhenti korban turun dari kendaraanya. Dan seketika itu korban tanpa menaruh curiga mendekati tersangka.
“Kemudian, tersangka langsung merangkul pundak korban. Dan ternyata, tersangka menyabutkan sebilah pisaunya yang diletakanya dipinggang sebelah kanan, lalu menusuk korban berulang-ulang kali sehingga korban tersungkur bersimbah darah,”Ulasnya.
Selanjutnya, usai kejadian itu. Sebut, AKBP Danu Agus Purnomo S.IK M.H bahwa korban pun oleh rekan-rekannya berupaya dibawah ke rumah sakit. Sementara tersangka, Bambang ini langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.
“Hanya saja, korban yang telah sempat dilarikan ke Rumah Sakit AR-Bunda. Akan tetapi, setibanya disana nyawa korban tidak terselamatakan lagi. Dan setelah mendapatkan pelayanan yakni seluruh badanya, mengalami luka dibersihkan. Lalu, korban dibawah ke rumah duka guna dikebumikan,”Bebernya seraya menyebutkan mengenai motif sampai saat ini masih di dalami penyidik.
Selain itu, AKBP Danu Agus Purnomo S.IK M. H kembali menambahkan dari kejadian tersebut pula, pihakbya mengurai berbagai langkah persuasif. Terutama, terhadap adanya gejolak aksi anarkis yang dilakukan keluarga korban.
“kami Polres juga pertama berupaya hentikan adanya upaya anarkis terutama berasal dari warga Desa Karang Pangung yakni keluarga korban. Namun, setibabya dilokasi pihaknya harus mengalami hambatan, yang mana ada beberapa warga Desa Karang Panggung, ada perasaan tidak puas atas kejadian mengakibatkan korbanya meninggal dunia, mendatangi desa berupaya melakukan aksi anarkis,”Ulasnya.
“Selain itu, kami juga berkordinasi dengan pihak mulai dari TNI- Dandim 0406 MLM melalui Koramil Terawas maupun dengan jajaran pemerintah baik kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa, melakukan mediasi terhadap masyarakat,”Kata dia lanjut.
Dikesempatan mediasi, pihaknya memberikan penjelesan untuk kejadian tersebut menjadi atensi kepolisian segera mengungkap perkara ini. Namun, dengan tidak adanya kejadian anarkis.
“Akan tetapi, di sekitar jam 3 pagi dini hari tadi telah terjadi pergerakan massa, warga desa karang panggung mendatangi kediamaan terduga pelaku, sempat terjadi upaya pengerusakan. Namun, karena kesigapan personel mengalau sehingga kerusakan tidak bertambah parah,”Jelasnya.
Kemudian masih kata AKBP Danu Agus Purnomo S.IK bahwa beberapa upaya lainya dilakukan terutama, mengatasi kembali adanya gerak-gerak lainya berpotensi menimbulkan ganguan kamtibmas disana.
“selanjutnya pagi tadi. Kami datang berkordinasi dengan Kodim 0406 Lubuklinggau, bersama yang lainya berupaya turun menenangkan keluarga korban termasuk masyarakat disana. Bahkan, didapatkan Informasi upaya untuk memblokir jalan,”Tandasnya.
Sementara, untuk pelaku sendiri akhirnya melalui peran kepala desa. Akhirnya, bersangkutan bersedia menyerahkan diri ke polres Musi Rawas.
“kita ketahui lokasi kejadian, berada tidak jauh dari taman nasional kerinci sibelat mempersulit pencarian tersangka. Akan tetapi, segala upaya baik dengan menyebar personel guna mempersempit gerak pelaku. Bahkan, kami pun berikan ultimatum kepada pelaku agar menyerahkan sebelum nantinya ditindak tegas,”Imbuhnya.
“Dan benar saja, juga didorong peran kepala desa Batu Gani melalukan komunikasi dengan kades-kades tetang. Didampatkan, informasi bahwa bersangkutan ada di Desa Pasenan. Lalu, pelaku menelpon kades dan akhirnya, pelaku menyerahkan diri ke Polres Musi Rawas,”Tukasnya.
Penulis : ARIE












