PALEMBANG, LS – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho hadiri perayaaan Malam Dharam Santi hari suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026, bertempat Pure jalan seduduk putih I, Kota Palemnang, Hari ini (2/4) malam sekira pukul 19.00 Wib.
Hadir dalam silahturahmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kajati Sumsel, serta Wali Kota Palembang.
Pertemuan baik ini pula, tentunya mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat lintas agama. Dan itu semua sebagai bagian dari langkah mitigasi potensi konflik sosial sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap stabil.
Partisipasi aktif Polda Sumsel dalam kegiatan keagamaan ini juga selaras dengan implementasi program Presisi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat moderasi beragama sebagai pilar keamanan nasional.
Rangakai perayaan malam Dharma Santi, diantaranya ritual keagamaan yang khidmat serta penampilan budaya Nusantara seperti Tari Penyembrana dan Tari Sekar Jagat. Dieksempatan yang sama dilangsungkan pula pengukuhan pengurus PABSS se-Sumsel sebagai bagian dari penguatan organisasi sosial keagamaan di daerah.
Dikatakan, Irjen Pol Sandi Nugroho bahwa Polda Sumsel memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, melalui penguatan nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat sebagai fondasi utama kamtibmas yang kondusif.
Adapun, kehadiran dirinya selaku Kapolda Sumsel menjadi representasi nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Sriwijaya.
Selain itu, toleransi beragama bukan hanya nilai sosial, melainkan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
“Bagi kami di institusi kepolisian, ketika masyarakat saling menghormati perbedaan, maka potensi perpecahan akan teredam dengan sendirinya. Mari kita terus bersinergi untuk merawat harmoni ini demi mewujudkan Sumsel yang aman bae,” jelas Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan Press Releasenya.
Lebih lanjut, terkait penguatan nilai toleransi ini juga berdampak langsung terhadap keberlanjutan predikat Provinsi Sumatera Selatan, sebagai wilayah dengan tingkat konflik sosial yang rendah atau zero conflict.
“Yang mana, menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.
Sementara itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
“Sinergi lintas sektoral ini merupakan bukti nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga persatuan bangsa. Stabilitas keamanan menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan nasional,” bebernya.
Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat toleransi, serta memastikan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Penulis : ARIE












