Terbaik & Terpercaya
Indeks

Tak Pulang Tiga Hari, Dicari Petani Dilubuk Linggau Ditemukan Meninggal Dunia

Jenaza Korban Gunadi dibawah kerumah duka guna disemayamkan

LUBUKLINGGAU, LS – Polisi Sektor (Polsek) Lubuklinggau Selatan, dibantu warga melakukan evakuasi jenazah Gunadi (53) warga RT 06 Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Pria keseharian bekerja sebagai petani karet, ditemukan sudah tidak bernyawa lagi berada dalam kebun Karet Blok 113, masih berada di wilayah Kelurahan Rahma.

Almarhum sendiri, diketahui pihak keluarga sudah tiga hari tidak pulang kerumah pergi berpamitan pergi ke kebun.

Pertama kali, Jenaza Gunadi ditemukan Saksi Suardianto tetangga yang juga petani, Kemarin (28/4) sore.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Indra Arya Yudha melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan AKP Nyoman Sutrisna membenarkan, prihal ditemukan salah seorang warga keseharian bekerja sebagai petani ditemukan telah meninggal dunia didalam kebun.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kebun karet Blok 113 Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1,” ungkap AKP Nyoman Sutrisna dalam keteranfan pres rilisnya, Hari ini (29/4).

Menurutnya, kondisi Gunani ditemukan telah meninggal dunia yang diperkirakan telah 4 hari. Sementara itu, tak kunjung pulangnya Gunadi diketahui pihak keluarga. Yang mana, Istri korban menceritakan kepada tetangganya yakni Suardianto yang datang kerumanya.

“Kemudian istri korban meminta saksi Suardianto untuk mengecek ke kebon korban karena sudah 3 hari tidak pulang. Lalu, Suadianto mengajak saksi Sugiato untuk bersama-sama mendatangi kebun mencari Gunadi,” jelas AKP Nyoman Sutrisna.

Selain itu, sambung pria mantan kanit pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau ini. Perginya Gunadi diketahui pihak keluarga, yang mana seperti biasanya Gunadi ke kebun karetnya. Akan tetapi, sudah tiga hari justru Gunadi tidak pulang-pulang.

“Sesampainya di kebun saksi berbagi tugas. Saksi Suardinato mencari dari sebelah kiri kebun dan ditemukanlah sepeda motorbya Gunadi. Pencarian dilanjutkan kearah tebungan dan ditemukan Gunadi tegeletak dengan posisi miring kearah kanan dekat pohon kopi,” beber AKP Nyoman Sutrisna meniru keterangan Saksi Suardianto.

Akan tetapi, Suardianto telah menemukan posisi Gunadi segera menghampiri saksi Sugiato. Dengan berkata, “To..to..Rene”.

“Kemudian keduanya, kembali menghampir Gunadi yang dalam kondisi tubuhnya sudah menjadi tulang belulang dengan kondisi tengkurap,” tandasnya.

Selanjutnya, keduanya lebih dulu pulang kerumah mengabarkan istri korban. Dan dari kejadian penemuan itu, pihak keluarga melaporkan ke Polsek Lubuklinggau Selatan.

“Ya, bersama warga dan saksi Sugianto anggota kita mendatangi lokasi ditemukanya Gunadi. Lalu, tibalah personel Inafis Polres Musi Rawas mengevakuasi jenazah Gunadi. Dan dibawahlah kerumah duka,” ulasnya AKP Nyoman Sutrisna.

Namun, usai evakuasi jenazah Gunadi dilakukan upaya mencari informasi dengan mengintrogasi pihak keluarga. Dan dari keterangan Sela Apriani Anak Kandung Gunadi kalaulah bapaknya ada riwayat sakit perut atau indikasi sakit usus.

“Untuk Gunadi sendiri, memang ada riwayat sakit perut atau indikasi sakit usus. Itu diceritakan Sela Anpriani bekerja sebagai bidan. Dan Gunadi pun tidak perna mau diajak berobat. Dan hanya menkonsumsi obat penahan sakit,” tandasnya.

Persisnya sebelum pergi berangkat ke kebun, Kamis 25 April 2024, AKP Nyoman Sutrisna menambahkan berdasarkan keterangan anaknya Sela Apriani. Ayahnya memang dalam keadaan sakit demam. Dan setelah merasa sembuh pergilah ke kebun.

“Dugaan sementara bahwa korban meninggal dunia disebabkan karena mempunyai riwayat penyakit dan atas kejadian ini, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi dan VER mayat  terhadap korban Gunadi dan keluarga menerima atas adanya kejadian tersebut,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *