Terbaik & Terpercaya
Indeks

Truk Muatan 5000 Ton Teguling, Tumpahan Minyak Dikeluhkan Warga Cemari Lingkungan

IST Truk Muatan 5000 Ton Terguling

MUSIRAWAS, LS – Ruas jalan lintas (Jalin) BTS Ulu Cecar-Simpang Semambang, tepatnya berada di Desa Tambangan berlumur minyak mentah. Tumpahan minyak mentah terjadi, lantaran tergulingnya Truk bermuatan 5000 Ton Minyak Mentah milik PT. Seleraya Merangin Dua (SRMD), Kejadian diduga Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) terjadi belum lama ini, Kamis (12/2).

Dari kejadian tersebut, dikeluhkan sejumlah warga. Sebab, tumpahnya Minyak mentah berasal tangki Truk tangki nopol BH.8636 XU diduga milik PT. SRMD dikhawatirkan cemari lingkungan sekitar. Bahkan diduga sebelum terguling truk juga sempat menyerempet mobil double cabin Toyota Hilux nopol 1252 XA.

Tokoh masyarakat Cecar, Bambang menegaskan bahwa kejadian truk tangki minyak terguling ataupun mengalami kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) diduga karena tidak disiplinnya pengemudi dalam menjalankan kendaraan saat membawa beban berat. Diperparah kondisi jalan yang berlubang dan genang air.

“Ini membahayakan dan utamanya tumpahan minyak mentah walaupun ditengah jalan ataupun lainnya tentunya memberikan efek pada tercemarnya lingkungan sekitar,” ungkap Bambang.

Selain itu, lanjut Bambang bahwa dari kejadian tersebut diharapkan PT SRMD memberikan perhatian khusus kepada truk tangki pengangkut minyak. Apalagi selaras dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang sangat peduli dengan lingkungan.

“Kami berharap perusahaan jangan hanya mencari profit tetapi pengoperasian kendaraan truk tangki minyak sangat diperhatikan. Apalagi ada standar khusus dalam pengangkutan minyak yang ditentukan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) khususnya dibawah PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 Regional Sumatera,” tegasnya.

Senada disampaikan Tokoh Pemuda Cecar, Andi dari kejadian tergulingnya Truk muatan minyak mentah diminta bagi instansi terkait, harusnya lebih peduli dengan adanya tumpahan minyak yang terjadi.

“Walau skala kecil ataupun besar. Karena berpengaruh pada kerusakan lingkungan. Tidak hanya itu standar pengangkutan minyak mentah juga hendaknya menjadi perhatian semua elemen masyarakat,” bebernya.

Masyarakat mendukung kedaulatan energi naisonal. Namun, standar keselamatan di jalan saat operasi berjalan jadi perhatian.

“Jangan sampai kejadian dan memakan korban baru melakukan tindakan serta upaya pencegahan,” tandasnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengharapkan seluruh perusahaan yang ada mematuhi aturan keselamatan di jalan raya.

“Jangan sampai pengemudi ngebut dijadikan kambing hitam. Karena, jalan raya bukan hanya milik satu orang melainkan milik banyak orang dan keselamatan yang diutamakan,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *