*Kedepan Targetkan Juga 1 Desa 1 Hektar, Sehingga Musi Rawas Miliki 200-300 Ribu Hektar Lahan Ditanami Jagung
MUSI RAWAS, LS – Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi SH. S.IK M.H, bersama Bupati Musi Rawas diwakilkan Sekda Ali Sadikin, Kepala Dinas Pertanian Peternakan (Kadisnakan) Musi Rawas Dr. Hayatun, berserta Stackholder terkait lainya menghadiri secara Virtual Zoom Meeting penanam jagung 1 Juta Hektar.
Kegiatan menanam sendiri, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan tahun 2025. Sebelum dilangsungkanya penanam jagung serentak Se-Indonesia, dengan dipimpin Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo juga Meteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan-RI), Amran Sulaiman.
Digulirkan sesi mendengarkan paparan Ketua Gugus Tugas Polri mendukung ketahanan pangan, Irjen Pol Dedi Prasetyo. Kemudian, dilanjutkan sesi tanya jawab jajaran Polda bersama Mentan RI, Amran Sulaiman.
Sedangkan, untuk pelaksanaan penanaman jagung untuk di Musi Rawas sendiri berlangsung dilahan 1.8 hektar berada di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti. Adapun, terselenggaranya penanaman jagung merupakan kerjasama Jajaran Polsek Muara Beliti Polres Musi Rawas, GAPKI, PERHUTANI, INUHUTANI, SWASTA, Swadaya Petani, Hari ini (21/1) pagi tadi.
“Kegiatan kita hari ini adalah, mengikuti penanaman jagung serentak mendukung program pemerintah, ketahan pangan seluruh Indonesia. Dan khususnya, juga untuk di Kabupaten Musi Rawas,” ungkap AKBP Andi Supriadi didampingi Wakapolres Kompol Harsono bersama Kapolsek Muara Beliti AKP Subardi.
Lebih jauh, dijelaskan pria berpangkat melati dua ini penanam jagung terutama di Musi Rawas. Tentunya, semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Akan tetapi, semuanya sangatlah diperlukan peran sertanya yakni dukungan berbagai pihak.
“Adapun, target kita ada 17 ribuan hektar semuanya lahan tumpang sari. Lahan Tumpang Sari sendiri, merupakan lahan milik perusahan atau swasta, maupun lahan diperkebunan sawit yang ada di kabupaten Musi Rawas,” jelasnya.
Selain itu, ditambahkan AKBP Andi Supriadi bahwa sementara lahan perkebunan yang terdata ada sebanyak 83,6 Hektar. Dan terselenggaranya penanama jagung terutama untuk di Kabupaten Musi Rawas merupakan dukungan stackholder terkait dalam hal ini, semua perusahaan perkebunan yang beroperasi diwilayah hukum Kabupaten Musi Rawas. Seperti saja, PT. MHP yang telah lakukan 15 Hektar ditanami jagung.
“Yang mana, nanti kedepan mereka akan mengelolah sendiri. Artinya, bibit dari mereka, lahan dari mereka segala pembianyaan termasuk SDMnya itu dari mereka. Dan untuk ketahui, semua perusahaan di Musi Rawas telah melakukan hal sama, penanaman bibit jagung mendukung pemerintah wujudkan swasembada pangan,” bebernya.
Selain itu, ditambahkan AKBP Andi Supriadi bahwa kegiatan penanaman juga kedepanya akan menargetkan bagi seluruh kepala desa guna menyidikan lahan, untuk melakukan kegiatan sama yakni penanaman jagung.
“Kedepan, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan berkordinasi kembali. Yang mana, dengan keterbatasan lahan yang besar akan mengajak peran serta Desa dan Kelurahan berkontribusi 1 Desa 1 Hektar. Dan nantinya, segala prosesnya akan dikelola, masing masing kepala desa bersama dengan kelompok tani yang ada. Jadi, kita akan kawal bersama sehinggga nantinya musi rawas sekitar 200 sampai 300 hektar,” tandasnya.
Sementara disinggung mengenai target panen jagung sendiri, AKBP Andi Supriadi memastikan mengenai target panen tentunya, massa tanam 3 sampai 4 bulan sudah bisa panen.
“Jadi kalau sebelumnya, kita sudah tanam 1 Hektar lahan itu bisa sampai 7 ton jagung. Nah, kalau sampai dengan 200 hektar hingga 300 hektar bisa jadi panennya, dikalihkan 7 ton saja bisa jadi 1.400 ton sekali panennya,” bebernya
Sementara itu, Kepala Desa Air Satan Muhamad Nasir mendukung keinginan Polri dalam hal ini Kapolres Musi Rawas yang telah mengajak melakukan penanaman jagung guna mendukung swasembada pangan.
“Terima kasih Polres Musi Rawas, harapan kami sama melalui penanaman jagung ini. Petani Air Satan akan lebih maju, apa yang disampaikam bapak kapolres tadi kembali meningkatkan gairah bagi para petani,” ujar Muhamad Nasir ketika dibincangi sejumlah awak media.
Selain itu, pemerintah desa Air Satan akan mendukung target 1 Desa 1 Hektar ditanami jagung.
“Ya, tentunya jika memang ditargetkan begitu. Kita kembali akan menyiapkan ketersediaan lahan. Apalagi, untuk di Desa Air Satan masih banyak lahan-lahan tidur maupun lahan tumpang sari. Begitupun, bagaimana nanti ketika panen, yang jelas dipanen sebelumnya yang siap tampung itu Bulog, yang mengambil hasil panen jagung tersebut,” tukasnya.
Penulis : ARIE












