MUSI RAWAS, LS – Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Musi Rawas, Adi Winata memastikan seluruh 186 Desa dalam 14 Kecamatan siap berikan dukungan mewujudkan target Musi Rawas Zero Tuberkulosis.
Penyataan tersebut disampaikan, Adi Winata dihadapan peserta Dialog Interaktif, penguatan dalam pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malari di Kabupaten Musi Rawas yang pelaksanaanya berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Musi Rawas Muara Beliti, Hari ini (19/5) pagi tadi.
Dikatakan Adi Winata, bahwa kehadiran dirinya dalam pelaksanaan Dialog Interaktif, penguatan dalam pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malari di Kabupaten Musi Rawas.
“Oleh sebab itu, salain memastikan 186 Pemerintag Desa dari 14 Kecamatan pastikan siap mendukung terutama dalam mewujudkan Zero Tuberkulosis atau dikenal TB” tegas Adi Winata.
Sementara itu, turut hadir Bupati H. Ratna Mahmud, melalui Wakil Bupati H. Suprayitno menyampaikan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Musi Rawas berikan atensi terhadap penanggulangan AIDS, Tuberkolosis dan Malaria (ATM) sebagai penyakit menular, yang mana menjadi masalah kesehatan di Indonesia.
Adapun, secara global Indoensia berada di Posisi ke-2 Tuberkulosis setelah India, yakni 1.090.000 kasus positive dan kematian sebanyak 125.000 jiwa berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2025.
“Sementara itu, untuk di Kabupaten Musu Rawas kasus tuberkulosis terhitung sebanyak 762 Kasus, HIV 26 Kasus yang terbesar dibeberapa kecamatan sedangkan malaria kita Musi Rawas sudah menerima sertifikat Eliminasi Malaria tahun 2022 dari Kementrian Kesehatan RI,” jelas Mas Supriyatno sapaan akrabnya.
Sedangkan, lanjut Pria Politisi Partai Gerindra Kabupaten Musi Rawas ini. Bahwa, penanggulangan terhadap Tuberkulosis dan AIDS sudah menjadi, salah satu Program yang tertuang dalam RPJM.
“Bahkan, menjadi fokus utama adalah mencapai Eliminasi TBC dan penularan penyakit AIDS ditargetkan berhenti di tahun 2030, melalui kampanye Three Zero, artinya tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat AIDS dan DiskriminasI ODHA (Orang Positive HIV)” bebernya.
Senada disampaikan, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, H Riza Novianto Gustam memastikan berikan dukungan, yang mana tidak terlepas dari peran PKK artinya sebagai mitra sesuai dengan 10 program kerja PKK, guna mendukung program kerja Dinas Kesehatan khususnya Penguatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Musi Rawas.
“Salah satu contoh di Posyandu kita bisa masuk melalui kader-kader kita. Selain itu PKK juga akan mengawal Tim Desa nanti, khususnya dalam AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, dengan harapan sekaligus target mewujudkan zero TB,” tandasnya.
Hadir sebagai Narasumber Dialog Intraktif, Exektive Bord Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES), Sawidjan Gunadi bahwa secara langsung hadir ditengah tengah semangat, Dialog Interaktif, penguatan dalam pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malari di Kabupaten Musi Rawas.
Sawidjan Gunadi mengungkapkan, dalam menangulangan Tuberkulosis, tentunya sangat diperlukan peran semua pihak. Tidak hanya, seperti ADINKES sebagai Asosiasi, kemudiana peran Dinas Kesehatan (Dinkes), namun juga sangatlah dibutuhkan peran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainya, mulai dari Dinas Sosial (Dinsos) yang memastikan status sosial yakni Desil setiap warga yang kemudian mesti dilakukan rekapitulasi, sehingga membatu bagi warga yang terjangkit Tuberkulosis masing masing desa.
“Begitupun, peran lainya baik pemerintah desa, kelurahan Kecamatan. Bahkan, peran OPD seperti Kominfo yang berperan berikan informasi. Yang mana, di khususkan bagi warga mengidap turbekulosis jangan dianggap penyakit seram. Tetapi, kiranya di berikan informasi yang sifat menyemangati. Sehingga, yang menjadi tujuan Musi Rawas Zero Tuberkulosis tercapai,” tukasnya.
Penulis : ARIE












