Terbaik & Terpercaya
Indeks

Pimpin Gelar Pasukan OPS Keselamatan, Wakapolres Kompol Hendri Sampaikan Ini. Antisipasi Kemacetan, Kaslan AKP Muriyanto Mintak Pengedara Tidak Saling Mendahului

IST Satlantas Polres Musi Rawas

MUSI RAWAS, LS – Jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel laksanakan upacara gelar pasukan dalam rangka Operasi (OPS) Keselamatan Musi tahun 2026. Bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup) Wakapolres, Kompol Hendri.

Sementara menjadi Komandan Upacara, Kanit Regident Ipda Ipda Adam Deva Darmawan, S.Tr.K, Upacara gelar pasukan dilangsungkan halaman upacara Mapolres Musi Rawas Muara Beliti, Hari ini (2/2) pagi tadi.

OPS Keselamatan Musi 2026 Polres Musi Rawas, dilangsungkan selama dua pekan, di mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

Untuk diketahui turut hadir mendampingi Wakapolres, Kabag Ops, AKP Freddy Rajaguguk SH, Kasat Lantas, AKP Muriyanto SH, MH, dan diketahui bertindak sebagai komandan apel, Kanit Regident Satlantas Polres Musi Rawas, , serta para PJU Polres Musi Rawas.

Hadir juga Perwakilan Subdenpom II/4-5 Lubuklinggau, perwakilan Dishub, perwakilan Pol PP Damkar, perwakilan Dinkes, perwakilan UPTB Samsat Mura I, perwakilan UPTB Samsat Mura II serta perwakilan PT Jasa Raharja (Pesero) Cabang Lahat.

Dalam menyampaikan amanat Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, SIK, SH, M.Hum.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH melalui Wakapolres, Kompol Hendri SH menyampaikan Permasalahan dibidang lalu lintas dewasa ini, telah berkembang dengan cepat dan dinamis, hal tersebut sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya serta kurang disiplinya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Dan, para peserta apel yang saya hormati dari hasil evaluasi pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 dibanding tahun 2025, ada sejumlah perkembangan yang perlu menjadi perhatian kita bersama diantaranya, pertama jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan dari 30 kasus menjadi 87 kasus atau naik 190%,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk Kedua, jumlah korban meninggal dunia mengalami kenaikan dari 8 orang menjadi 17 orang atau naik 113%, ketiga jjumlah luka berat mengalami kenaikan dari 3 orang menjadi 28 orang atau naik 833 %, dan keempat jumlah luka ringan mengalami kenaikan dari 38 orang menjadi 83 orang atau naik 118%.

“Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas secara keseluruhan naik 72 % dengan tren tilang menurun dan teguran meningkat,” paparnya.

Selain itu, Kompol Hendri menambahkan bahwa angka-angka ini menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat mulai menurun dikarenakan masih banyak pengguna jalan yang belum sepenuhnya sadar terhadap aturan dalam berlalu lintas dan menjaga kamseltibcar lantas agar tidak terjadi kecelakaan, disinilah peran kita untuk hadir, mengingatkan, sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kemudian, untuk mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, oleh sebab itu diperlukan

koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas untuk menemukan akar masalah serta solusi sehingga dapat diambil langkah yang komperhensif,” paparnya lanjut.

Ditambahkan Pria berpangkat melati satu dahulu perna menjabat KBO Intelkam Polres Musi Rawas ini sebagai upaya mewujudkan kamseltibcar tersebut, Polda Sumsel khususnya direktorat lalu lintas di dukung oleh satuan fungsi lainya dengan melibatkan para pemangku kepentingan akan melaksanakan Operasi

Keselamatan Musi 2026. Yang diselenggarakan sebagai upaya cipta kondisi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

“Maka tahun ini, Operasi Keselamatan Musi 2026, mengusung tema: “Terwujudnya Kamseltibcarlantas Yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi “ketupat-2026,” jelasnya.

Adapun yang menjadi sasaran prioritas, ditambahkan Kompol Hendri pada operasi ini adalah berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalu lintas serta ketidak tertibannya kamseltibcar lantas antara lain.

“Pertama Ranmor R2 dan R4 yang menggunakan knalpot yang tidak sesuai

pabrikan (knalpot brong), kedua kendaraan truk yang tidak standar pabrikan, menambah rangka dan merubah spektek, ketiga kendaraan pribadi yang menggunakan sirene, rotator, strobo bukan peruntukannya,” ulasnya.

Lalu, masi kata dia untuk yang keempat tanda nomor kendaraan bermotor/ tnkb kendaraan yang tidak sesuai aturan, spektek, kelima kendaraan pribadi yang digunakan sebagai kendaraan travel liar, keenam kendaraan angkutan barang digunakan sebagai angkutan

orang, ketujuh kendaraan penumpang yang tidak laik jalan, kedelapan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar sni dan berboncengan lebih dari 1 orang.

“Dan, kesembilan kendaraan pengunjung tempat wisata yang parkir di bahu jalan, ke sepuluh lokasi troublespot dan blackspot dan terakhir kesebelas masyarakat teroganisir dan tidak teroganisir, kelompok

organisasi masyarakat dan kelompok pengemudi angkutan umum,” tambahnya.

Tidak sebatas itu, Kompol Hendri memastikan jika kegiatan operasi dilakukan dengan pendekatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara proporsional artinya, polisi tidak hanya hadir untuk menindak, tetapi juga untuk mendidik, mengingatkan dan membantu masyarakat agar memahami pentingnya keselamatan dijalan.

Selanjutnya, pelanggar lalu lintas yang berpotensi kecelakaan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. guna mengoptimalkan operasi ini perlu saya tekankan untuk dilaksanakan diantaranya.

“Pertama siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi serta waspada, jaga keamanan, keselamatan dan kesehatan diri dalam melaksanakan tugas, Kedua, bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamseltibcar lantas, ketiga tunjukan sikap senyum, sapa, salam terhadap masyarakat agar terwujudnya polri untuk masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas, AKP Muriyanto SH, MH menghimbau kepada seluruh masyarakat maupun pengendara akhirnya untuk lebih berhati-hati saat berkendara khususnya Jalan Lintas Kabupaten Musi Rawas menuju Kabupaten Muba tepatnya mulai dari Kecamatan Tuah Negeri, Muara Kelingi dan Muara Lakitan. Terlebih untuk diketahui kalaulah kondisi jalan tersebut saat ini bisa dikatakan dalam keadaan rusak/berlubang, walaupun ada sebagian yang dilakukan oleh melakukan penampangan oleh instansi terkait.

“Kami juga menghimbau kepada para pengendara kiranya akan lebih baik untuk berkendara pada siang hari lantaran kondisi jalan. Selain itu, kami juga menghimbau kepada pengendara untuk tidak saling mendahului atau menggunakan dua jalur/lajur, apabila dilakukan akan terjadi kemacetan dan sulit untuk melintas oleh para pengendara,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *