MUSI RAWAS, LS – Warga Desa Donorejo, Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas digemparkan, warga menemukan sesosok nenek usia 80 tahun sudah tidak bernyawa tergantung di atas pohon sawo.
Mendapatkan informasi tersebut, dengan sigapnya personel Polsek Jayaloka mendatang lokasi kejadian, mengurai sejumlah giat indetifikasi jenazah bersama olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kejadian sendiri, terjadi Sabtu (30/11) siang tadi sekitar pukul 14.00 Wib. Dari kejadian tersebut, identitas diduga korban bunuh diri merupakan Satinah tidak lain warga setempat.
Bersama dengan itu, personel Polsek Jayaloka lakukan pemeriksaan saksi-saksi sehingga kejadian dugaan bunuh diri tengah diselidikan jajaran Satreskrim Polres Musi Rawas.
“Untuk hasil indetifikasi, selain diketahui identitasnya. Sebagai langkah hukumnya, telah dikumpulkan semuanya mulai dari keterangan saksi-saksi. Olah TKP, bersama dukungan kelengkapan lainya,” terang Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH melalui Kasi Humas, AKP Herdiansyah didampingi Kapolsek Jayaloka, Iptu Purnama Mentary Sampe SH.
Korban meninggal bunuh diri tergantung dipohon sawo dan anggota langsung sigap melakukan pengecekan luar sekaligus olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi.
“Benar ada kejadian tersebut. Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Jayaloka Polres Mura, langsung meluncur ke TKP dan melakukan pengecekan luar sekaligus olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi,” bebernya.
Setelah dilakukan pemeriksaan ditubuh jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan jenazah oleh pihak keluarga langsung dibawa kerumah duka, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan auotopsi
“Serta sudah menerima dengan ikhlas, dan akan segera dikebumikan,” tandasnya.
Lebih lanjut, AKP Herdiansyah menjelaskan, untuk diketahui kejadian tersebut, bermula saat, Joko (saksi/cucu korban), hendak ke belakang rumah tiba tiba melihat sesosok wanita yang sudah tergantung di pohon sawo.
Setelah di dekati ternyata wanita tersebut adalah neneknya sendiri yakni, Satina (sudah dalam keadaan tergantung di pohon dan sudah meninggal dunia).
Atas kejadian tersebut, Joko langsung menurunkan korban dan memanggil ibunya, Sarminah yang merupakan anak korban, kemudian tetangga berdatangan karena mendengar suara tangisan lalu menghubungi perangkat desa dan juga kepala desa.
“Selanjutnya, kades menghubungi Polsek Jayaloka, kemudian atas laporan informasi tersebut, langsung Kapolsek Jayaloka mempimpin untuk melakukan cek TKP dan olah TKP bersama personel Polsek Jayaloka,” ulasnya.
Ketika tiba di TKP korban sudah dalam keadaan telah dirurunkan dari tempat gantung diri. Kemudian dilakukan tindakan kepolisian olah TKP dan penggalian informasi terhadap saksi-saksi, pemeriksaan kondisi mayat didampingi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jayaloka yakni untuk kondisi korban tidak di temukan tanda-tanda kekerasan.
“Dan, diduga korban mengakhiri hidupnya karena frustasi mendengar kabar duka dari keluarga bahwa adik kandungnya telah meninggal dunia. Serta di TKP ditemukan seutas tali tambang dengan panjang 2,5 meter,” tandasnya.












