Terbaik & Terpercaya
Indeks

Rotan Mutiara Manau Linggau Pangsa Pasar Sampai Ke Jawa

Sejumlah warg Ibu-ibu tengah membersihkan bahan rotan, di Depot Mutiara Manau Linggau mengambil upahan menambah penghasilan (20/8)

LUBUKLINGGAU, LS – Dampak pademic covid 19 sangat dirasakan oleh sejumlah, pengusaha rotan di Kota Lubuklinggau. Seperti halnya, disampaikan Kristian Budiantoro Pemilik Depot Rotan Mutiara Manau Linggau, sudah sejak dua tahun terakhir mengalami penurunan omset.

Akan tetapi, dirinya tetap bersyukur kalau usahannya sebagai penyedian bahan baku rotan telah diminati pengerajin rotan sampai ke Pulau Jawa.

“Untuk usaha kami terhitung sudah masuk tahun ke empat. Diawal buka depot, hasilnya lumayan. Tetapi ketika pandemi covid 19 penjualan bahan rotan tengah merosot,”Ungkap Kristian Budiantoro.

Lebih jauh dikatakan, pria warga jalan keramat, Kelurahan Ceremeh Tabah Kota Lubuklinggau bahwa untuk saat ini,  penghasil dari berjualan bahan rotan hanya cukup untuk penuhi kebutuhan keluarga. Sebab, menurut Kristian Budiantoro untuk omset sebelum pandemi covid 19 lumayan, untuk dalam satu bulan bersihnya mengantongi uang kisaran 5 Juta hingga 7 Juta.

“Beragam jenis bahan rotan kita siapkan, yang mana kita setiap harinya mengirim bahan rotan, permitaan dari pengerajin baik di sejumlah daerah di Sumsel, Jambi, Riau yang mana bahan rotan oleh pengerajin dibuat kerajang buah sawit berbahankan rotan, ada juga digunakan berbagai peralatan bagi nelayan,”Kata dia

“Adapun, untuk penghasilannya. Ya, dalam seharian bahan rotan kita sediahkan yakni membeli dari petani rotan itu sampai belasan Ton. Berbicara soal hasil, Ya, masih lumayan jika dibandingkan sekarang,”imbuhnya.

Singkat Kritian Budiantoro bercerita, untuk awal pertama dirinyan mendirikan usaha mencari modal dengan meminjam uang ke Bank, dengan mengadaikan surat rumah yang saat ini dirinya dan keluarga tinggal.

“Untuk awal mula merintis usahan rotan, saya sampai mengadaikan sertifikat rumah yakni modal awal Rp. 100 juta. Dengan perbulanya, harus membayar Rp. 3 juta. Ya, kalau dulu sebelum pandemi covid bisa mengatongi hasil lebih  2-4 juta perbulan. Kalau sekarang, hanya cukup bayar angsuran bank sudah bersyukur,”Keluhnya.

Sementara disinggung, selain menjual bahan rotan. Apakah menyiapkan hasil produk kerajinan terbuat dari rotan?

“Untuk mencari tambahan, kita jika ada pesanan mendatangi pengerajin rotan membuat sejumlah produk kerajinan, meja, kursi, bahan-bahan kelengkapan rumah tangga dari rotan,”Tandasnya.

“Dan dalam menyiapkan bahan ataupun ketika ingin membuat produk kerajinan, setiap harinya kita melibatkan warga sekitar. Ya, untuk bersih-bersih bahan rotan yang baru sampai. Kemudian selanjutnya dikemas dan dikirim. Ya, seharinya, itu ada sampai melibatkan 10 orang ibu-ibu warga sekitar yang kita beri upah. Lumayanlah, bisa membukan lapangan pekerjaan,”Tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *