Terbaik & Terpercaya
Indeks

Total 14 Jenazah Terindetifikasi, Begini Penjelasan Tim DVI Polri

IST Humas Polda Sumsel

*Hasil Identifikasi Terhadap 16 Kantong Jenazah Tragedi Maut ALS Vs Truk Tangki BBM Jalinsum Karang Jaya Muratara

PALEMBANG, LS – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, memastikan telah menyelesaikan tahap Indetifikasi terhadap 16 Kantong Jenazah korban Kecelakaan Maut ALS Vs Truk Tangki BBM, yang insidenya terjadi diruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Karang Jaya Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), belum lama ini, 6 Mei 2026 lalu.

Dari hasilnya, total keseluruhan  14 Kantong Jenazah terindentifikasi. Demikian, terkuat hasil rilis Tim DVI Polri, Kemarin (16/5) pagi.

Dalam pengumuman Tim DVI Polri, melaporkan perkembangan signifikan dalam proses indefikasi terhadap 16 orang korban meninggal dunia, dalam insiden kecelakaan tersebut. Proses Identifikasi diklami Tim DVI Polri sebagai bentuk komitmen Transparasi dan pelayanan kemanusiaan kepada para keluarg korban kecelakaan.

Dilaporkan, bermula hasil Indetifikasi dilakukkam Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokked Polri, bersama bid Dokkes Polda Sumsel telah berhasil mengindetifikasi sebanyak 11 kantong jenazah.

Proses dilalui, melalui pemeriksaam DNA secara Ilmiah, rigid dan Profesional. Kemudian indetifikasi juga dilakukan melalui pencocokan sampel DNA post mortem dari jenazah, dengan sampel DNA ante mortem yang diberikan keluarga biologis korban.

“Seluruh proses dilakukan menggunakan standar forensik kedokteran kepolisian guna memastikan akurasi identitas sebelum diumumkan secara resmi kepada publik dan pihak keluarga. Dan dengan tambahan 11 yang terindetifikasi. Maka dipastikan, mencapai 14 jenazah dari keseluruhan korban meninggal dunia, dalam kejadian kecelakaan tersebut,” ungkap Kepala Biro (Kabiro) Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM.,

Lebih rinci, Brijen Pol dr. Summy Hastry sapaan akrabnya bahwa dari 11 jenazah berhasil di indentifikaai melalui metode DNA, yakni pertama ALDI SULISTIAWAN BIN ANWARUDIN, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Anwarudin (AM 0001), lalu kedua HJ. SYAMSIAH BACHRI BINTI SAMAAH, perempuan, teridentifikasi sebagai ibu biologis dari Yoga Aulia Graha (AM 0006).

Kemudian ketiga, ZULPAN EFENDI BIN GUSTI, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Gusti Pulungan (AM 0011), Ke-Empat AGUSTINA MAHARANI BINTI KAMBALI, perempuan, teridentifikasi melalui dua kantong jenazah PM62/C/MTR/0008 dan PM62/C/MTR/0008C sebagai anak biologis dari Kambali (AM 0002).

Lalu ke-lima, MARTONI BIN MARDANI, laki-laki, teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Rimba Bagas Kara (AM 0005). Ke-Enam ARYANTO BIN YASIN, laki-laki, teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Rangga Saputra (AM 0004), Ketujuh KLINTON WARDANA MARBUN BIN DOHAR SAUT MARBUN, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Juliana Sianturi (AM 0010), Kedelapan BAHRUL ULUM, laki-laki, teridentifikasi sebagai adik kandung dari Misbah Sanjani (AM 0007).

“Selanjutnya, kesembilan SYAFRUDDIN NST, laki-laki, teridentifikasi sebagai kakak kandung dari Ahmadi Sudarta NST (AM 0012), kesepuluh ALIF SUPRIYATIN, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Kamisah (AM 0009). Dan ke Sebelas ada BUDIYANTO, laki-laki, teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Siti Junainah (AM 0014),” bebernya.

Selain itu, Brijen Pol dr Sumy Hastry menambahkan bahwa proses identifikasi masih terus berlangsung terhadap tiga jenazah lainnya yang saat ini masih berada dalam tahap analisis laboratorium lanjutan.

“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah yang ketat mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling, hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem untuk memastikan identitas korban benar-benar akurat,” tandasnya.

Sementara itu, hadir juga dalam rilis hasil Indetifikasi DVI Polri. Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. yang menegaskan, bahwa Polda Sumsel berkomitmen menyelesaikan seluruh proses identifikasi secara cepat, profesional, dan humanis demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.

“Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban kecelakaan ini dilakukan secara maksimal, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana.

Senada disampaikan, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam penanganan musibah berskala besar tersebut.

“Kami memastikan seluruh proses identifikasi berjalan secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum. Polda Sumsel juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pemulangan jenazah berlangsung,” kata dia.

Ditambahkan Kombed Pol Nandang, pihaknya kembali mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M. Hasan Palembang untuk membantu percepatan proses identifikasi terhadap korban yang masih belum teridentifikasi.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, kepastian informasi, serta penanganan profesional terhadap setiap peristiwa kecelakaan menonjol di wilayah Sumatera Selatan,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *