Terbaik & Terpercaya
Indeks

Kumpulkan 186 Kades Ajak Rakor Penangulangan Karhutla Musi Rawas, Kapolres AKBP Andi Supriadi Sampaikan Ini

suasana rakor penanganan karhutlah, Polres Musi Rawas melibatkan 186 kades Musi Rawas (19/7) pagi tadi

MUSI RAWAS, LS – Jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel mengumpulkan seluruh 186 kepala desa, para camat, sekaligus Badan Penangunalangan Bencanan Daerah (BPBD) Musi Rawas guna mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2024.

Rakor sendiri dibukan resmi, Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Mahmud didampingi Kapolres Musi Rawas AKBP Andi Supriadi SH. S.IK M.H, perwakilan Dandim 0406 Lubuklinggau, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Musi Rawas H. Darsan. Pelaksanaan rakoe dilangsungkan Audiotirium Kantor Bupati Musi Rawas, Jum’at (19/7) pagi tadi.

Berbagai kesiapan, langkah, kendala dan permasalahan dalam pencegahan mejadi pembahasan dalam rakor penanggulangan Karhutla.

Seperti salah satunya, menyangkut upaya pencegahan Karhutla yang sangat dibutuhkanya dukungan anggaran, khususnya bagi kemudahan personel TNI-Polri yakni peran personel Bahbinsa dan Bahbinkamtibmas yang menjadi garda terdepan jika nantinya terjadi kebakaran baik hutan, maupun lahan.

“Hampir setiap tahunya, untuk Karhutla. kita Polres Musi Rawas bersama TNI AD melalui peran Bahbinsa terus menjadi perhatian. Maka dari itu, dalam menangani serius terkait Karhutla sangat dibutuhkan dukung peran serta pemerintah daerah (Pemda). Dimaksudkan, sangat diperlukan suport anggaran bagi rekam-rekan Bahbinsa dan Bahbinkamtibmas yang ditugaskan dalam penanggulangan Karhutla,” ungkap AKBP Andi Supriadi dalam keterangan pres rilisnya.

Lebih jauh, dibeberkan pria berpangkat melati dua ini bahwa penangan Karhutlah di Musi Rawas sangatlah diperlukan dukungan, baik kesadar warga masyarakat bersama dukungan lain terutama terkait anggaran bagi personel Bahbinsa dan Bahbinkamtibmas yang nantinya jalankan tugas menangani Karhutla

“Yang jelas, kita telah sampaikan di Rakor. Hanya disini, tinggal tindaklanjut dari pemda yakni ibu bupati. Yang jelas, kita bersama TNI-Polri meminta dukunganya baik kepada pemerintah desa, lurah maupun kecamatan yang nantinya dalam penanggulangan Karhutla,” bebernya.

Sementara dikatakan, Bupati Hj. Ratna Mahmdu yang menyambut baik langkah diambil Polres Musi Rawas yang melibatkan semua pihak, kades, camat maupun dinas terkait duduk bersama dalam kesempatan Rakor penggulangan Karhutla.

“Saya pun, ingatkan dan menghimbau seluruh kepala desa, camat agar terun lakukan sosialisasi kepada warga masyarakat agar jika membuka lahan jangan dengan membakar. Karena, membakar hutan ataupun lahan perkebunan berakibat besar, salah satunya menggangu kesehatan bagi manusia jika terjadinya Karhutla,” tandasnya.

Ratna Mahmud pun menyebutkan, bahwa dampak terjadinya karhutla juga cendrung menimbulkan konflik ditengah masyarakat. Dan sampai saat ini, pihaknya sangatlah mengapresiasi jajaran Polres Musi Rawas yang telah sangat berperan aktif.

” Kalaulah, mengenai karhutla sendiri warga masyarakat terkesan mengabaikan. Apalagi, setelah memang membakar hutan atau lahan itu dilarang dan melanggar hukum. Karena, dampak karhutla sangat luar biasa selain ganggu kesehatan, terlebih musi rawas merupakan jalur penerbangan sehingga sangatlah merugikan jika sampai terjadinya kabut asap akibat Karhutla,” tandasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *