Terbaik & Terpercaya
Indeks

Butut Tidak Dipenuhi Tuntutan, Kantor Lurah Pasar Beliti Nyaris Jadi Amukan Massa

Massa AMBB di Kantor Lurah

MUSI RAWAS, LS – Buntut tidak dipenuhinya tuntutan aksi, salah satunya mendesak Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Mahmud segera menon-aktifkan jabatan Lurah Pasar Beliti.

Kamis (26/2) siang, Massa mengatas namakan Aliasi Masyarakat Beliti Bersatu (AMBB) meluapkan kekesalannya, hingga berujung kerusakan Kantor Lurah Pasar Beliti yang tidak bisa terhindarkan. Dimana, sejumlah massa melempari batu membuat jendelan depan dan samping Kantor Lurah pecah.

Berdasarkan pantauan Linksumatera.co.id dilapangan, mulanya Massa AMBB berunjuk rasa damai didepan halaman kantor Bupati Musi Rawas, Musi Rawas.

Adapun, secara bergantian perwakilan massa sampaikan tuntutanya. Dan sepanjang aksi unjukrasa berlangsung, tidak lepas dari pengawalan ketat balikade petugas keamanan gabungan Personel Sat-Samapta Polres Musi Rawas dan Sat-Pol PP.

“Mana, Ibu Bupati. Kami sudah berulang kali datang kesini (Kantor Bupati/Red). Kenapa, selalu tidak ada ditempat,” teriak lantang salah satu massa

Alhasil, ditengah kegaduan yang terjadi. Turunlah perwakilan Bupati yakni, Asisten II Setda Musi Rawas Agus Susanto bersedia menemui massa. Dikesempatanya, Agus Susanto menyampaikan dirinya yang  diperintahkan mewakili ibu Bupati.

“Saya berdiri disini, dan telah siap mendengarkan aspirasi,” ucap dia.

Lanjut Agus Susanto bahwa, apa yang rekan-rekan suarakan. Tentunya, saya berusaha akan menjawabnya.

“Kita ketahui bersama, kalau belum lama ini beberapa pejabat eselon II baru saja dilantik. Jadi, berkaitan dengan keinginan rekan-rekan, tentunya semua harus menunggu. Sehingga, diharapkan kiranya apa yang disampaikan itu kita akan tampung terlebih dulu,” jelasnya.

Koordinator Aksi, Tommy Jepisa menegaskan jika kedatangan kembali ke Kantor Bupati. Tentunya juga, apa yang disampaikan bapak agus kami paham.

“Akan tetapi, disini kami sudah ke lima kalinya atau aksi jilid V turun aksi. Artinya, apakah menjadi hal sulit untuk Pemkab Musi Rawas mengambil keputusan. Karena, tuntutan kami itu inginkan segera paling tidak menon-aktifkan, saudara Arif Chandra sebagai Lurah,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sambung Tommy Jepisa bahwa dirinya mewakil terutama menyuarakan nasib bagi Ketua RT yang oleh Lurah di ganti sepihak dan Kami disini bukan lagi meminta tapi memohon ketegasan Pemkab Musi Rawas, jangan hanya, lagi-lagi semua ditampung dan akan ditindaklanjuti.

“Di aksi-aksi sebelumnya, memang ada sekali kami diberikan kesempatan Audiesi dan ketika itu bersama bapak Sekda. Namun,  Sampai saat ini, belum ada tindakkan. Ya, kalau memang tetap saja Pemkab tidak dapat berbuat, saya selaku kordinator aksi mengingatkan kepada bapak agus dan apa nanti akan terjadi, jika kesabaran masyarakat itu sudah habis,” tegasnya berapi-api.

Tidak sampai disitu, setelah panjang lebar sampaikan Aspirasinya. Lanjut Tommy Jepisa mengajak massa untuk bersama-sama, berikrar apapun tetap tekadkan barisan, menyuarakan aspirasi untuk agar jabatan Lurah Pasar Beliti diganti.

“Demi Allah, apapun konsekuensi terjadi. Terlebih harus berurusan hukum. Kita, akan lalukan apapun termasuk jika disini (Kantor bupati/Red) tuntutan kita tidak dipenuhi. lebih baik kita datangi saja kantor Lurah,” serunya.

Usai berorasi, seluruh massa meninggalkan Kantor Bupati beralih datangi Kantor Lurah Pasar Beliti. Kemudian setibanya massa didepan kantor lurah,  Terpantau massa turun dari mengendarai pick up, langsung meluapkkan kekesalanya, ada sejumlah massa melempari batu, membuat kondisi jendela samping dan depan kondisinya pecah.

Sementara itu, diwawacarai sejumlah wartawan Camat Muara Beliti, Supriyadi menyampaikan pihaknya terus hadir dalam beberapa aksi berkenaan hal tersebut. Begitupun, dengan terjadinya aksi pengerusakkan sangatlah disayangkan bisa terjadi.

“Selama ini setiap masalah sudah kami upayakan diselesaikan dengan baik. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai, bagaimana kondisi kantor lurah apakah nantinya dengan kondisi sudah diberi garis polisi segera kembali bisa melayani masyarakat.

“Untuk semuanya ini, tentunya kami akan berkonsultasi terlebih dulu baik dengan Asisten Setda ataupun BKSDM maupun Ispektor. Bahkan, untuk kantor Lurah yang kondisi terjadi kerusakan. Jika situasi belum memungkinkan, pelayanan kami siapkan apakah nanti pinjam tempat di Kantor camat, agar tetap bisa melayani masyarakat,” bebernya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *