MUSI RAWAS, LS – Bencana alam Banjir “Kepung” sejumlah wilayah, di Kabupaten Musi Rawas. Banjir disebabkan meluapnya sejumlah sungai, telah merendam ribuan rumah warga berikut fasilitas umum (Fasum) Mushola dan Polindes. Bahkan, banjir pun akibatkan dua jembatan gantung rusak parah.
Kalak BPBD Musi Rawas, Darsan mengatakan bencana alam banjir yang terjadi akibat luapan air sungai semakin meluas. Dimana, banjir saat ini meluas baik kebeberapa desa diwilayah Kecamatan Kelingi mulai dari Desa Tanjung, Pulau Panggung, Suka Menang, Binjai, Lubuk Muda, Lubuk Tua, Mambang, Bingin Jungut berada di wilayah Kecamatan Muara Kelingi.
“Kemudian, banjir luapan air sungai musi juga meluas ke beberapa desa di Kecamatan BTS Ulu seperti Desa Tambangan, Sadu dan Lubuk Pauh,”Papar Darsan.
Selain itu, Darsan juga menyebutkan banjir terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai lainya. Seperti meluapnya aliras sungai kelingi, akibatkan banjir di Desa Mandi Aur berada di wilayah Kecamatan Muara Kelingi.
“Ada juga banjir luapan sungai lain yakni sungai keruh terjadi banjir beberapa desa Kecamatan BTS Ulu. Lalu, meluapnya Sungai kungku akibatkan banjir terjadi sejumlah desa Kecamatan Jayaloka dan juga banjir terjadi sejumlah desa Kecamatan Sukakarya,” Tambahnya.
Sementara itu menurut Darsan, bahwa berdasarkan laporan pusdalops PB-BPBD Musi Rawas dampak banjir yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas, tertanggal 13 Maret 2023, terdata sudah sampai ribuan rumah warga, beberapa fasilitas umum rumah ibadah, mushola, masjid dan polindes yang ada di beberapa desa terdampak banjir masih dalam kondisi terendam air.
“Untuk update dampak banjir di kabupaten Musi Rawas hari ini 13 Maret 2023. Pertama banjir terjadi di Kecamatan BTS Ulu dimulai dari desa pangkalan tarum berdampak ke 95 KK dengan 350 jiwa bersama 1 Sekolah dan Kantor Desa terendam,”Paparnya.
Dilanjutkan Darsan, Desa Palawe 80 KK dengan 341 jiwa. Desa sadu, 27 Kk dengan 139 jiwa satu jembatan gantung putus. Lalu desa pauh, 35 KK dengan 140 jiwa. Desa Mulyoharjo 15 KK dengan 43 jiwa dan 1 tempat ibadah terendam, kemudian desa tambangan 10 KK dengan 32 Jiwa.
“Sementara banjir di Kecamatan Kelingi, dimulai dari kelurahan kelingi berdampak ke sebanyak 427 KK dengan 1304 Jiwa, 1 Mushola dan Polindes terendam. Kemudian, desa bingin jungut 600 KK dengan 1800 jiwa, Desa pulau panggung 420 KK 1530 Jiwa lalu 1 jembatan gantung putus,”Ulasnya.
“Selanjutnya, banjir juga terjadi di Desa Mandi aur berdampak 198 KK dengan 537 Jiwa, Desa Binjai, 35 KK 81 Jiwa, Desa Mambang 87 KK 287 Jiwa, Lubuk Tua 259 KK dengan 515 Jiwa, desa Lubuk Muda 56 KK 551 jiwa, Desa Sukamenang 75 KK dengan 280 Jiwa. Kemudian satu Desa Sukakarya, Desa Ciptodadi 35 KK dengan 90 Jiwa”Tambahnya lagi.
Selain itu, Disampaikan Darsan dalam rangka menangulangi Bencana Banjir pihaknya telah stabykan personel di beberapa wilayah yang terdampak banjir.
“Bahkan, bersama instasi terkait seperti Dinkes kita juga telah dirikan beberapa posko penangulangan dan posko kesehatan melibatkan medis masing-masing puskesmas terdampak banjir,”Tandasnya.
Penulis : ARIE












