MUSI RAWAS, LS – Sepanjang tahun 2025, kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terjadi diwilayah hukum Kabupaten Musi Rawas menjadi perhatian serius jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel.
Terlebih, secara keseluruhan dari sebanyak 101 perkara lakalantas ditangani Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Musi Rawas. Terhitung, 91 perkara telah ditangani. Sedangkan sisanya, 10 perkara sedang dalam proses lidik dan sidik. Demikian disampaikan Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta SH. S.IK M.H dihadapan puluhan wartawan dalam kesempatan Press Releasenya Akhir tahun Polres Musi Rawas, Polda Sumsel, Hari ini (31/12) pagi tadi.
Dijelaskan AKBP Agung Adhitya sapaan akrabnya, bahwa selain fokus terhadap penegakan hukum baik dalam perkara tindak pidana kejahatan Konvesional maupun kejahatan Transnasional penyalagunaan Narkoba. Polres Musi Rawas juga melalui Fungsi lalulintas, selama satu tahun telah menangani sebanyak kurang lebih 101 perkara Lakalantas. Kemudian, dalam pelaksanaanya hampir seluruhnya perkara tersebut telah dituntasnya.
“Akan tetapi, perlu diketahui di dua bulan terakhir ini kejadian Lakalantas mengalami peningkatan. Dan kita ketahui, penyebabnya sendiri erat kaitanya berkenaan dengan kondisi ruas jalan,” jelas pria berpangkat melati dua lulusan Akpol tahun 2005 ini.
Kendati demikian, ditambahkan AKBP Agung Adhitya bahwa lakalantas terjadi pihaknya merasa serba salah. Sebab, penyebab tingginya angka kecelakaan terjadi justru disebabkan kondisi ruas jalan setelah diperbaiki.
“Mengalami peningkatan lakalantas, terlebih penyebab sendiri, pertama berkaitan kondisi ruas jalan,” jelasnya.
Lebih rinci, AKBP Agung Adhitya merinci kondisi ruas jalan rusak seperti terjadi diruas jalan lintas Sekayu-Musi Rawas jalur Muara Lakitan hingga Muara Beliti.
Yang mana, fenomena kecelakaan disana (kerusakan jalan/red). Kecelakaan, Slow Motion yakni kendaraan jatuh pelan-pelan sehingga korban jiwa berkurang.
“Berbeda, kecelakaan terjadi di jalan baru, simpang sembang ke Pali dengan kondisi jalan mulus justru kecelakaan memakan korban jiwa, sehingga lakalantas meningkat.Jadi kesannya, serba salah, jalan buruk mintak diperbaiki dan ketika diperbaiki kecelakaan meningkat,” bebernya.
Penulis : ARIE












