MUSI RAWAS, LS – Kandidat Pasangan Calon (Paslon) Bupati Musi Rawas, nomor urut 2 Hj. Suwarti Burlian – Drs. Thamrin Hasan akrab dengan sapaan “SulThan” kembali menggelar Kampanye Akbar. Dikesempatan kali ini, Kampanye di langsungkan Desa Jaya Bakti Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas, Hari ini (11/11) siang tadi.
Dikesempatan tersebut, SulThan didampingi bapak pembangunan Kabupaten Musi Rawas H. Ridwan Mukti secara langsung menyapa antusias ribuan masyarakat Tuah Negeri.
Penyambutan luar biasa, diberikan masyarakat Tuah Negeri yang menghendaki perubahan. Tibanya, SulThan bersama Mantan Bupati Musi Rawas dua priode di iringi kemeriahan pentas seni trandisional kuda kepang.
Ridwan Mukti akrab disapa RM menegaskan jika dirinya, mendukung sepenuhnya sskaligus memenangkan SulThan menjadi Bupati Wakil Bupati Musi Rawas 2025-2030. Diatas pangung, RM menyapa dan mengajak masyarakat Tuah Negeri untuk nanti di 27 November 2024 mendatang, datang ke TPS jangan lupa Coblos Nomor 2.
“Saya sepenuhnya mendukung pasangan Sulthan dan siap memenangkan pasangan Sulthan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mura,” tegas RM dalam orasi politiknya.
Mengapa mendukung SulThan, RM memastikan jika SulThan. Apalagi, Calon Wakil Bupati Thamrin Hasan itu bukan orang lain. Melainkan, keponakanya sendiri. Bersama, SulThan adalah sosok yang tepat memimpin Kabupaten Musi Rawas.
“Karena syarat memimpin adalah mampu berkomunikasi dengan rakyatnya, itu ada di pasangan Sulthan. Bahwa pilihan kita kepada pasangan Sulthan ini adalah pilihan yang benar,” bebernya.
Selain itu, RM pun menitipkan Thamrin Hasan dan Ibu Suwarti untuk melanjutkan kemajuan Musi Rawas ketika dikepimpinan Ridwan Mukti dahulu menjadikan Kabupaten Musi Rawas Darussalam.
Sementara Calon Bupati (Cawabup) Thamrin Hasan menyampaikan SulThan mencalonkan diri, sesuai Taglinenya Membangun Musi Rawas dari Desa dengan jalankan 10 Program Unggulan. Yang mana, semua program itu telah lebih dulu berkonsultasi bapak Ridwan Mukti.
Adapun, 10 program dimasud. Pertama percepatan pembangunan infrastruktur dasar dari desa ke kabupaten. Kedua, Optimalisasi pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik. Ketiga, Program bedah rumah disetiap desa. Ke-Empat, Prioritas penyerapan tenaga kerja lokal pada perusahaan di Musi Rawas.
“Lalu, Kelima Bantuan operasional TPQ, Madrasah Diniyah dan pondok pesantren serta rumah ibadah lainnya, Ke-enam, Internet masuk desa. ketujuh, Peningkatan status honorer (non ASN). Kedelapan, Mewujudkan Musi Rawas swasembada pangan. Kesembilan, Penyediaan mobil pemadam kebakaran disetiap kecamatan. Kesepuluh, Pemberian bantuan UMKM dan ekonomi kreatif,” tandasnya.
Penulis : ARIE












