Terbaik & Terpercaya
Indeks

SULTHAN, Ustadz Abror : Bahasa Arabnya SULTON ialah Raja, Hanya SULTHAN yang Bisa Memerintahkan Pangeran

IST Tim SULTHAN

*Mudah-Mudahan Dalam Sejarah Beliau tidak pernah kalah

MUSI RAWAS LS, Sebutan “SULTHAN” ternyata mempunyai asal usul tersendiri. SULTHAN tidak hanya sekedar menjadi sebutan, bagi salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati Musi Rawas yakni Hj. Suwarti Burlian – Drs. Thamrin Hasan M.M.

Kata “SULTHAN” atau bahasa arabnya SULTON ialah Raja. Dimana, hanya SULTHAN/Raja lah yang bisa mengatur dan memerintah PAGERAN (Dalam Artian PANGERAN TUDUK TERHADAP PERINTAH SULTHAN/RAJA).

Peryataan itu disampaikan, Ustadz Abrori Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nadrasatul Qur’an Musi Rawas, ketika dibincangi sejumlah wartawan, Jum’at (13/9) siang.

Dikatakan Ustadz Abrori bertepatan dengan tengah digulirkan serangkaian tahapan pesta demokrasi, pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak di kabupaten Musi Rawas tahun 2024, pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Sumatera Selantan bersama pemilihan Bupati Wakil Bupati Musi Rawas.

Ada penjelasan tersendiri, baik kenapa ada penyebutan salah satu Paslon “SULTHAN” di pilkada Musi Rawas. Karena, SULTHAN singkatan dari Suwarti Burlian-Thamrin Hasan, yang hanya menanti penetapan nomor urut saja akan menjadi penantang paslon pertahana (Incumbent/red) di Pilkada Musi Rawas digulirkan, 27 November 2024 mendatang.

“Artinya, nama, “SULTHAN”, tersebut mempunyai arti dan makna tersendiri, bukannya hanya singkatan antara nama, Bakal Calon Bupati Mura dan Wakil Bupati Mura (Hj Suwarti Burlian dan H Drs Thamrin Hasan),” ujar Ustadz Abror sapaanya.

Ustadz Abror bercerita, asal mulanya penyebutkan “SULTHAN” yang muncul ketika adanya komunikasi Video Call antara saya Ustadz Abrori dengan keduanya Hj. Suwarti Burlian-Thamrin Hasan.

Dimana, ketika itu keduanya yang berada di Jakarta menelp dengan memohon doa sekaligus support jalankan niat baiknya “SULTHAN” maju mencalonkan diri di Pilkada Musi Rawas tahun 2024 ini.

“Dengan doa, dukungan, masukan dan saran kepada beliau (Sulthan/res), menjadi tambahan protein dan energi sendiri untuk penyemangat perjuangan mereka (Sulthan/red), untuk menuju menjadi Bupati Musi Rawas dan Wakil Bupati Musi Rawas” ceritanya.

Tidak sekedar itu, dilanjutkan malam harinya kembali meminta petunjuk apa yang terbaik untuk perjuangan masyarakat, relawan, tim keluarga SULTHAN

“Malam itu, saya memohon petunjuk kepada Allah SWT, dengan melaksanakan ibadah berupa salat istikharah memohon petunjuk apa yang terbaik untuk beliau (Sulthan). Selama dua malam berturut-turut tabir itu menunjukkan adanya kehidupan kerajaan kesultanan pada tempo dahulu banyak hal yang dilihat dalam tabir mimpi,” kata dia.

Namun, secara pribadi awalnya, belum mengetahui jelas, kalau Paslon Bupati Musi Rawas mempunyai penyebutan “SULTHAN”. Kemudian, setelah mendapatkan jawaban dari salat istikharah itu, selanjutnya melakukan konsultasi meminta petunjuk dengan guru di Wonosobo Jawa Tengah dan mendapat respon dan cukup sekaligus mendapat dukung serta saran dari beliau (Guru), bahwa harus support atau dukung upaya untuk mewujudkan mereka (SULTHAN), menjadi pemimpin di Kabupaten Musi Rawas.

“Maka dari itula, sehingga mengganti singkatan awalnya “SUTHAN” menjadi “SULTHAN”. Apalagi sangat pas/cocok, ejaan nama Bapak Thamrin ada huruf Hnya,” tandaanya.

Selain itu, Ustadz Abrori menambahkan jika pribadi Hj. Suwarti Burlian di dunia politik sangatlah berpengaru dan pengalaman. Dimana, dari rekam jejak pengalamanya. Hj. Suwarti selama dua kali pilkada, walau berbeda pasangan telah mejabat wakil Bupati Musi Rawas. Bahkan, sebelumnya Hj. Suwarti pun perna menjadi anggota DPRD Musi Rawas selama 5 Tahun.

“Saatnya beliau langsung maju untuk menjadi Bupati Musi Rawas, mudah-mudahan dalam sejarah itu beliau tidak pernah kalah, semoga itu pertanda bahwa beliau memang senantiasa mendapatkan kemenangan dari Allah SWT,” bebernya.

Sama halnya dengan H Drs Thamrin Hasan, tentunya tidak diragukan lagi jenjang karir dan latar belakangnya, baik dipemerintahan maupun dibidang pembisnisan khususnya dalam pembangunan.

“Artinya keduanya saling keterkaitan dan cukup baik untuk menjadi pasangan pemimpin di Kabupaten Musi Rawas,” tukasnya.

Penulis : ARIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *