MUSI RAWAS, LS – Jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel kembali melaksanakan apel gelar pasukan antisipasi sekaligus tanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hadir pimpin langsung apel, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta SH. S.IK M.H bersama didampingi Wakapolres Kompol Hendri SH.
Kemudian, apel di Ikuti seluruh personel Polres Musi Rawas dan dihadiri FKPD Musi Rawas, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Vivi Eka Fatma, Wadanyon Brimob B Pelopor Petanang Lubuk Linggau Polda Sumsel Kompol Ojang.
Lalu turut hadir Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Mahmud diwakilkan Staf Ahli Amra Muslimin beserta sejumlah Instansi terkait lainya, apel berlangsung dihalaman upacara Mapolres Musi Rawas Muara Beliti, Hari ini (7/8) pagi tadi.
Dalam kesempatanya, Kapolres AKBP Agung Adhitya melakukan pengecekkan kesiapan baik seluruh personel satgas gabungan, begitupun dengam kesiapan peralatan mencegah dan menanggulangan Karhutlah.
“Namun, untuk cuaca diwilayah hukum Polres Mura, dibandingkan Polres lainnya sudah lebih baik, artinya curah hujan mulai meningkat sehingga titik hotspot sudah mulai berkurang,” terang AKBP Agung Adhitya ketika dibincangi sejumlah wartawan usai apel
Lebih jauh, dijelaskan Pria berpangkat melati dua lulusan Akpol 2005 ini. Kendati beberapa hari terakhir kondisi didukung cuaca turun hujan disejumlah wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Tentunya, dengan telah terbentuknya Satgas gabungan. Maka tetaplah di siaga ada sebanyak 500 personel Satgas Karhutlah Musi Rawas, yang mana tergabung dari personel Polres Musi Rawas, Pemkab Musi Rawas terdiri dari sejumlah Kepala OPD.
Ada juga Kejaksaan Negeri Mura, Personel Kodim 0406 Lubuklinggau kemudian. Personel atuan Brimob Polda Sumsel bersama juga Stacholder pihak perusahaan perkebunan beroperasi di Musi Rawas.
“Disetiap kesempatan, kami juga tetap menghimbau kepada masyarakat yang ingin membuka lahan, kebun kiranya tidak dengan cara membakar,” tegasnya.
Adapun, AKBP Agung Adhitya menyebutkam jika terhitung satu minggu ini curah hujan di Kabupaten Mura sudah meningkat. Dan dari hasil pemantauan satelit, ada beberapa titik hotspot dibandingkan satu seminggu sebelumnya.
“Hanya memang terpantau 5 titik hospot, begitu satu minggu sebelumnya terpantau ada 23 titik hospot. Tentunya ini, merupakan hasil modifikasi cuaca sehingga curah hujan di Kabupaten Mura meningkat,” kata dia.
Selain itu, AKBP Agung Adhitya juga menyebutkan jika dampak besar dirasakan terjadinya Karhutlah, mengakibatkan beberapa dampak negative yang luar biasa. Seperti kerusakan Ekologis, menurunnya keanekaragaman Hayati, perubahan iklim serta dari asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas transportasi darat, laut dan udara.
“Kemudian juga Karhutlah dapat menyebabkan kerugian material, berupa terbakarnya lahan-lahan produktif dan kawasan hutan lindung dan termasuk lahan gambut. Untuk kesehatan, tentunya membahayakan sebabkan asap dampak buruk bagi kesehetan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan terganggunya berbagai aktivitas masyarakat,” tandasnya.
Masih kata AKBP Agung Adhitya, tidak lupa mengingatkan seluruh Satgas Karhutlah dibantu dengan stakeholder terkait dapat bekerja maksimal, efektif dan efisien karena akan berfokus pada pencegahan, penanggulangan dan pengananan karhutlah.
“Dan, saya berharap melalui Apel Gelar ini akan terjalin dengan baik semangat kebersamaan dalam pencagahan dan penanggulangan karhutlah di Kabupaten Mura, dan karhutlah ini bukanlah tanggungjawab dari Pemkab, TNI dan Polri saja, tetapi ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” tukasnya.
Penulis : ARIE












