MUSI RAWAS, LS – Cuaca Extrim turunya hujan dengan intentitas tinggi, terjadi disejumlah wilayah Kabupaten Musi Rawas beberapa hari terakhir ini membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kelingi, tepatnya berada di kelurahan Muara Beliti terjadi longsor, Kemarin (14/3) malam.
Tidak hanya, akibatkan amblasnya tanah sampai dengan ke bahu jalan lintas (Jalin) Musi Rawas-Sekayu. Longsor pun, mengabrukkan rumah milik Firmasyah (38) yang berdiri dipinggir jalan hingga ke dasar sungai.
Sebagai langkah antisipasi, agar akses jalan Musi Rawas- Sekayu tidak terjadi kelumpuan. Jajaran Polres Musi Rawas, Polda Sumsel mengambil langkah mengalihkan arus lalulintas, terutama terhadap aktivitas kendaraaan truk-truk kapasitas muatan besar.
Yang mana, untuk aktivitas kendaraan bermuatan besar baik Truk roda 6 (R6) hingga Roda 10 (R10) yang ingin melakukan perjalanan, baik ingin masuk dari arah Sekayu dialihkan dari Simpang Semambang ke Q2 Wonorejo. Bahkan, sebaliknya yang masuk dari arah Lubuk Linggau itu dialihkan agar melintasi jalur Viat Lahat.
Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, didampingi Kasat Lantas, AKP Muriyanto SH, MH dan Kapolsek Muara Beliti, AKP Subardi membenarkan, jika dilakukan pengalihan arus lalulintas khususnya bagi kendaraan berkapasitas besar yang mana akibat terjadi bencana longsor, yang terjadi di DAS Kelingi tepatnya masuk wilayah Kelurahan Pasar Muara Beliti.
“Benar ada terjadi musibah bencana alam longsor DAS Kelingi hingga sampai ke Bahu Jalan Lintas Musi Rawas-Sekayu. Yang mana, untuk dampaknya ke bahun jalan itu sampai dengan 2 meter,” ungkap AKBP Andi Supriadi.
Lebih jauh, dijelaskan pria berpangkat melati dua ini bahwa dari kejadian longsor tidaklah akibatkan korban jiwa. Namun, setidaknya mengakibatkan satu rumah warga ambruk ke dasar sungai.
“Akibat longsor juga, memang arus lalulintas masih bisa dilalui untuk kendaraan roda 2 (Motor) dan Minibus (Mobil Pribadi) yang menggunakan satu jalur bergantian. Hanya memang, untuk kendaraan kapasitas besar (Sumbuh) agar melalukan pengalihan arus lalulintas,” bebernya
Lebih rinci, AKBP Andi Supriadi menyebutkan berkenaan diberlakuknya rekayasa arus lalulintas. Dimana, utuk kendaraan kapasitas besar yakni dari arah Muara Kelingi menuju Lubuklinggau dialihkan ke arah Simpang Semambang menuju jalan Desa Q2 Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo menuju ke jalan Agropolitan Center Pemkab Muara Beliti.
“Sedangkan, dari arah Lubuklinggau bisa melalui jalan arah ke Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim dan Prabumulih,” tandasnya.
Ditambahkan, AKBP Andi Supriadi bahwa dihimbau masyarakat masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Mura terutama yang bermukim, di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk berhati-hati dan selalu tetap waspada lantaran saat ini curah hujan meningkat.
“Selain itu juga menghimbau pada para pengendara baik roda dua maupun roda empat, kiranya untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, apalagi saat ini musim penghujan, jalan lintas masih banyak mengalami kerusakan ataupun licin,” tukasnya.
Penulis : ARIE












