LUBUKLINGGAU, LS – Dihari perdana berdinas, Kapolres Lubuklinggau AKBP Bobby Kusumawardhana SH. S.IK pimpin apel gelar pasukan, dalam rangka operasi (Ops) Patuh Musi tahun 2024 berlangsung halama upacara Mapolres Lubuklinggau, Hari ini (15/7) sore tadi.
Hadir juga dalam pelaksaan apel gelar pasukan, Pj. Walikota Lubuklinggau, Trisko Defriansyah bersama perwakilan Forkompimda Kota Lubuklinggau.
Sementara menjadi peserta apel, seluruh jajaran personel Satuan Lalulintas (Satlantas), Personel Sat-Intelkam, Satreskrim. Bersama terlibat, TNI-AD Subdenpom II/4-5 Lubuklinggau Pomdam II/ Sriwijaya, penegak perda Satuan Polisi Pamungpraja (Sat-PolPP), personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuklinggau.
Dikesempatanya, Kapolres AKBP Bobby Kusumawardhana membacakan amanat Kapolda Sumsel Irjen Pol A. Rachmad Wibowo S.IK M.Si terkait gelaran Ops Patuh Musi tahun 2024.
Dipaparkanya, dalam arahanya bapak Kapolda menyampaikan sebagaimana dilaksanakan gelaran giat Operasi Patuh tahun 2024 serentak Se-Indonesia dan untuk se-sandi jajaran Polda Sumsel dikenal Ops Patuh Musi.
Sementara itu, giat operasi sendiri dilaksankan sebagai fungsi kepolisian negara republik Indonesia dalam pemerintahan negera dibidang lalulintas dan angkutan jalan yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Dan Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.
Selanjutnya, tujuan pelaksanaan giat operasi patuh sendiri dalam rangka mewujudkan dan Memelihara Keamanan, Keselamatan, Ketertiban Dan Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcar Lantas/red). Kemudian, meningkatkan Kualitas Keselamatan Dan Menurunkan Tingkat Fatalitas Korban Kecelakaan Lalu Lintas, lalu membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas, serta meningkatkan Kualitas Pelayanan Kepada Publik.
Dari kempat tujuan tersebut, diharapkan agar polisi Lalu Lintas mampu memberikan jaminan Kamseltibcar dijalan, sehingga masyarakat terbebaskan ancaman dan ganguan dalam beraktifitas di jalan.
“Dan amanat dari Undang-Undang tersebut, merupakan tugas yang berat Dan sangat kompleks. Sehingga, tentunya tidak akan mampu apabila ditangani oleh polantas Sendiri. Melainkan, harus didukung oleh para pemangku kepentingan dibidang lalu lintas lainnya,” paparnya.
Dari itu semua, Polri telah menetapkan pelaksanaan Operasi patuh tahun 2024 dilaksanakan serentak seluruh wilayah Indonesia selama 14 Hari.
“Yaitu Dari Tanggal 15 Sampai dengan 28 Juli 2024 Dengan Tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas” jelasnya.
Adapun, didapatkan bahwa berdasarkan hasil Anev pelaksanaan Operasi Patuh Musi 2023, dibandingkan dengan Operasi Patuh Musi 2022. Diketahui mengalami kenaikan yang dirincikan, pertama jumlah kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) yang mengalami kenaikan dari 29 kejadian menjadi 58 kejadian dengan Trend Naik Sebesar 100%.
“Kedua, jumlah korban meninggal dunia mengalami kenaikan dari 6 orang menjadi 7 orang dengan Trend naik Sebesar 17%, kemudian ketiga jumlah korban luka berat mengalami kenaikan dari 12 Orang menjadi 32 orang dengan Trend naik sebesar 167%, lalu keempat jumlah korban luka ringan mengalami kenaikan dari 20 orang menjadi 52 orang dengan Trend naik sebesar 160% dan kelima jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan 35% Dari 46.595 pelanggaran menjadi 30.262 pelanggaran.
“Dari hasil Anev tersebut pada ops patuh Tahun Ini Polri menargetkan untuk menurunkan Titik Lokasi kemacetan, pelanggaran, kecelakaan lalulintas dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam rangka Cipta Kondisi menjelang pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus Tahun 2024 sesuai Karakteristik wilayah masing-masing,” bebernya.
Adapun terdapat tujuh sasaran pelanggaran prioritas yakni pertama pengemudi Atau pengendara ranmor yang menggunakan Ponsel, kedua pengemudi Atau pengendara yang masih dibawah umur, ketiga pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
“Ke-empat pengemudi sepeda motor Yang Tidak menggunakan Helm SNI Dan pengemudi Ranmor yang tidak menggunakan safety Belt, kelima pengemudi Atau pengendara ranmor dalam pengaruh Atau mengkonsumsi Alkohol, keenam pengemudi Atau pengendara Ranmor Yang melawan Arus dan ketujuh pengemudi Atau pengendara Ranmor yang Melebihi Batas Kecepatan,” tandasnya.
Ditambahkan AKBP Bobby sapaan akrabnya bahwa telau dilakukan pelaksanaan serangkaian kegiatan dimulai dari menggelar apel gelar pasukan, yang bertujuan mengetahui sejuah mana kesiapan personel, maupun sarana prasarana pendukung lainya agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
“Operasi patuh pada tahun Ini akan dilaksanakan berdasarkan konsep Operasi bidang Lalu Lintas mengedepankan Preemtif 40% Dan Preventif 40%, Serta Didukung Giat Gakkum 20% Yaitu Etle Statis Atau Etle Mobile berikut teguran terhadap masyarakat Yang melanggar Lalu Lintas. sehingga pada saat Pemilihan Kepala Daerah dapat berjalan dengan baik, lancar Dan kondusif,” ulasnya.
Adapun Kegiatan yang akan dikedepankan Operasi Patuh Musi 2024 yaitu Simpatik Dan Humanis serta tidak melakukan tindakan yang K
kontra Produktif dengan kegiatan Preemtif , Preventif dan Penegakan Hukum Lalu Lintas menggunakan Etle Statis Dan Etle Mobile Serta Etle Hand Held.
Dan, dalam laksanakan tugas operasi ditekankan bagi personel jalankanlah tugas dengan penuh pasa tanggung jawab, dasari dengan Niat beribadah dalam setiap kegiatan dan Semoga Allah SWT Meridhoi setiap pelaksanaan tugas, kedepankan sikap senyum sapa salam dalam melaksanakan penindakan pelanggaran lalu lintas baik yang bersifat teguran maupun penilangan secara Elekronik.
“kemudian, jaga keselamatan, tingkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang berniat melakukan Perbuatan Negatif Terhadap Polri dan selalu Menjaga Dan Menciptakan Situasi Yang Kondusif Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak Di Wilayah Hukum Polda Sumsel,” tandasnya.
Sementara itu, himbauan diberikan Pj. Walikota Lubuklinggau Trisko Defriansyah menanggapi masih kurang tertib warga Kota Lubuklinggau dalam berlalulintas.
“Dihimbau kepada warga kota lubuklinggau, khususnya penggendar kendaran bermotor roda dua dan roda empat mematuhi peranturan lalulintas saat berkendara,” jelas Trisko Defriansyah.
Akan tetapi, lanjut pria berkacamata bahwa menjadi perhatian serius terjadi dikota lubuklinggau masih maraknya warga terutama pengedaran roda dua motor, menggunakan kendaraan tidak sesuai standar penggunaan knalpot brong.
” Karena kita linggau pun secara statistik ketika didapatkan dalam giat raziah bukan masalah surat-surat kendaraan, akan tetapi didominasi pengguna motor knalpot brong. Kami pun, ingatkan kembali bagi warga hendak keluar rumah, berkendara seperti yang menggunakan bermotor itu pakailah helm dan berkendaraan yang standar bae jangan pakai knalpot brong,”tukasnya.
Penulis : ARIE












