MUSI RAWAS, LS- Jajaran Polres Musi Rawas mengelar apel serah terima pasukan bawah kendali Operasi (BKO) Batalyon Brimob B Pelopor (Petanang) Polda Sumsel, dalam rangka Operasi (Ops) Stop Karhutlah tahun 2023.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Danu Agus Purnomo S.IK M. H secara langsung pimpin apel. Dikesempatanya, diberangkatkan sebanyak 50 orang personel Brimob menuju 7 Polsek wilayah hukum Polres Musi Rawas, Hari ini (13/9) pagi tadi pukul 08.00 Wib.
Sementara itu, untuk diketahui pelepasan personel Brimob juga dilakukan Polres Polda Sumsel terdampak Karhutbunla. Dimana, dilepas oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol A. Achmad Wibowo S.IK secara Virtual Zoom Metting.
Kemudian, tugas dari pada BKO Ops Stop Karhutbunlah tahun 2023. Dimana, setiap personel Brimob jalankan tugas yakni sosialisasi bahaya Karhutbunla secara langsung menyambangi warga masyarakat. Tugas lainya, penanganan Karhutbunla yakni jika terjadinya kebakaran baik hutan, kebun, lahan makan personel diterjunkan bersama-sama satgas karhutbunla memadamkan api.
“Dimana, usai melaksanakan apel, sedikitnya ada 50 personel Brimob yang akan mulai membantu melaksanakan upaya-upaya secara maksimal dan mencegah terjadinya karhutlabun diwilayah hukum Polres Mura,”kata AKBP Danu Agus Purnomo S.IK.
Dijelaskan, Pria berpangkat melati dua ini bahwa sebanyak 50 personel Brimob disiagakan ditujuh polsek diantaranya, Polsek Muara Lakitan, Polsek Muara Kelingi, Polsek BTS Ulu, Polsek Terawas, Polsek Megang Sakti, Polsek Muara Beliti dan Polsek Jayaloka.
“Saya berharap kepada seluruh rekan-rekan mulai dari, Bapak Kabag Ops, AKP Tony Saputra SIK nanti langsung menjabarkan secara detail, teknis cara bertindak kepada para lapolsek jajaran termasuk juga rekan-rekan yang datang dari Satuan Batalyon Brimob B Pelopor (Petanang) Polda Sumsel,”terangnya.
Lebih jauh, sambung AKBP Danu Agus dengan telah diarahkan. Tentunya, pelaksanaannya nanti benar-benar tepat sasaran dan bisa mengantisifasi karhutlabun, sekaligus nantinya para personel gabungan setiap harinya harus memberikan informasi apa yang terjadi dilapangan serta apa yang akan dilakukan.
Selain itu, nantinya para personel baik polsek maupun brimob gencar melakukan patroli serta sosialisasi jangan melakukan karhutlabun sekaligus untuk mencegah gangguan kamtibmas baik curas, curat dan curanmor.
“Namun, apabila masih ada oknum yang sengaja melakukan pembakaran hutan, lahan dan kebun, bisa dilakukan tindakan tegas berupa sanksi pindana,”paparnya.
Mengenai karhutlabun dan gangguan kamtibmas lainnya, ditekankan AKBP Danu Agus bahwa semuanya harus bekerjasama baik dari Polres Mura, Kodim 0406 Lubuklinggau, Satuan Batalyon Brimob B Pelopor (Petanang) Polda Sumsel, Pemda Mura, Manggala Agni, Mitra Usaha, Perusahaan, hingga pemerintah kecamatan, kelurahan, pedesaan, karang taruna dan seluruh masyarakat Kabupaten Mura.
“Semoga, kehadiran kita ini ditengah masyarakat dapat mencegah terjadinya karhutla hingga bencana alam dan dapat merusak kesehatan kita semuanya,”tandasnya.
Sementara itu Kabag Ops, AKP Tony Saputra SIK, menambahkan nantinya ke 50 personel Brimob akan dibagi ditujuh Polsek kecuali Polsek Tugumulyo dan Polsek Purwodadi, lantaran wilayahnya sebagai besar pertanian/lahan produktif serta padatnya pemukiman penduduk, selain itu tidak adanya terpantau titik hotspot.
“Maka dari itula hanya disebar ke tujuh polsek yang mempunyai wilayah lahan, hutan dan kebun yang rentan terjadinya karhutlabun dan terpantau titik hotspot,” kata dia.
Adapun tugas para personel gabungan nantinya, akan gencar melakukan patroli keliling khususnya wilayah yang rentan terjadinya karhutlabun, serta juga melakukan patroli dalam pencegahan gangguan Kamtibmas khususnya 3C.
“Dan melakukan himbauan apabila pesta malam, dengan melakukan pembatasan pesta malam dan himbauan tidak menyetel musik remix/dj, karena rentan terjadinya gangguan kamtibmas hingga penyalagunaan narkotika,”tukasnya.
Penulis : ARIE












